Festival YouTuber Desa 2026, Youtuber Asal Desa Benteng Tubi Perkenalkan Gua Alam Liang Kekep

Youtuber Agustinus Ganggar asal Desa Benteng Tubi dengan dua sertifikat yang diperolehnya pada Festival Youtuber Desa Tahun 2026. Foto: dok. pribadi

Ruteng, FokusNTT.com- Youtuber Agustinus Ganggar asal desa Benteng Tubi, Kacamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, NTT, telah mengikuti Festival Youtuber Desa (FYD) 2026 beberapa waktu lalu.

Hajat yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT) itu dalam rangka peringatan Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026 dengan tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia”.

Bacaan Lainnya

Agustinususti Ganggar yang juga Sekretaris Desa Benteng Tubi melalui chanel youtube Gusti Ganggar, mengangkat keindahan gua alam Liang Kekep yang berada di Desa Benteng Tubi pada festival tersebut.

Youtuber Agustinususti Ganggar mengangkat potensi wisata Gua Alam Liang Kekep sebagai objek yang perlu dikembangkan dan diperkenalkan kepada publik luas. Gua alam ini disebutnya sebagai “Surga di Dalam Bumi di Jantung Nusa Tenggara Timur.”

Festival ini bertujuan mencetak pemuda desa sebagai agen pembangunan dan kreator konten digital profesional, serta mendorong promosi potensi lokal, kebudayaan, BUMDes, dan kisah inspiratif desa melalui platform digital.

Agustinususti Ganggar menyampaikan apresiasi kepada Kemendes PDT atas terselenggaranya Festival YouTuber Desa. “Melalui Festival YouTuber Desa ini saya belajar bagaimana menjadi konten kreator yang baik dan berdampak positif bagi masyarakat. Yang terpenting, potensi desa saya bisa dikenal publik, khususnya Gua Alam Liang Kekep,” ujarnya.

Meski belum meraih juara dalam Festival YouTuber Desa 2026, pemilik lebih dari 43 ribu subscriber tersebut mengaku tetap bangga dan menjadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran berharga.

Dalam festival ini, Youtuber Gusti Ganggar memperoleh dua sertifikat penghargaan.

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, khususnya Diskominfo Manggarai yang memfasilitasi proses pengambilan video.

Sebelumnya, pada tahun 2025, Gusti Ganggar juga mengikuti Kompetisi Konten Digital yang diselenggarakan oleh Bakti Komdigi.

Ia mengaku kedua ajang tersebut memberinya banyak pengetahuan dan pengalaman di bidang konten digital.

Menurut ketentuan panitia, peserta yang meraih juara 1, 2, dan 3 mendapatkan piagam juara, uang pembinaan, dan publikasi nasional, sedangkan peserta non-juara tetap memperoleh piagam penghargaan partisipasi.

Youtuber Gusti Ganggar berharap keikutsertaannya dalam Festival YouTuber Desa dapat menjadi motivasi bagi kreator konten desa lainnya untuk terus berkarya secara positif dan mendukung pembangunan desa melalui media digital.

Festival YouTuber Desa (FYD) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT) bertujuan mencetak pemuda desa sebagai agen pembangunan sekaligus kreator konten digital profesional.

Festival ini mendorong generasi muda desa untuk mendokumentasikan dan mempromosikan potensi lokal, kebudayaan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta kisah-kisah inspiratif desa guna meningkatkan perekonomian masyarakat melalui platform digital.

Tujuan Festival YouTuber Desa

Adapun tujuan utama Festival YouTuber Desa Kemendes PDT antara lain:

• Mencetak Agen Pembangunan Desa Digital, dengan mendorong pemuda desa berperan aktif dalam pembangunan melalui media kreatif.

• Promosi Potensi Desa, seperti wisata, produk UMKM, sumber daya alam, dan kebudayaan desa ke publik yang lebih luas.

• Meningkatkan Literasi Digital, melalui penguatan keterampilan membuat konten kreatif serta membangun jejaring YouTuber desa.

• Mendukung 12 Rencana Aksi Desa, di antaranya ketahanan pangan, desa wisata, dan digitalisasi desa.

• Apresiasi Kreativitas, berupa piala menteri, uang pembinaan, serta penghargaan bagi kreator konten desa yang menghasilkan karya berdampak positif bagi masyarakat.

Melalui Festival YouTuber Desa ini, diharapkan semakin banyak generasi muda desa yang mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi potensi desa sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia.***

Pos terkait