MANGGARAI, FokusNTT.com- Bupati Manggarai Herybertus Laju Nabit menegaskan pentingnya standar keamanan dan pengawasan ketat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat memantau langsung dapur MBG Papang di Kecamatan Satar Mese, Jumat (13/02/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Hery Nabit didampingi Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Jefrin Haryanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Manggarai Paulus Jeramun, serta Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Manggarai Ansgariana Indriyati.
Bupati Hery Nabit meminta para ahli gizi bersama tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap bahan baku sebelum dimasak.
Ia menekankan bahwa seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan, harus memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan.
“Pastikan semua bahan baku diperiksa dengan baik sebelum dimasak. Jangan sampai ada kelalaian sekecil apa pun yang bisa berdampak pada kesehatan anak-anak kita,” tegasnya.
Dapur MBG Papang setiap harinya menyiapkan sebanyak 2.445 paket makanan untuk didistribusikan ke 30 sekolah, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga Posyandu di wilayah Kecamatan Satar Mese.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan.
Terkait adanya dugaan korban keracunan usai mengonsumsi makanan yang bersumber dari dapur MBG Papang, Bupati meminta seluruh pihak untuk tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Kami minta tidak ada spekulasi-spekulasi apa pun dari semua pihak, supaya tidak ada informasi yang sifatnya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Manggarai telah mengambil sampel makanan dan air yang digunakan di dapur MBG Papang untuk diperiksa lebih lanjut.
Sampel tersebut telah dikirim ke Kupang guna dilakukan uji laboratorium.
“Kita menunggu hasil laboratoriumnya agar tidak mendahului kesimpulan. Semua harus berdasarkan data dan hasil pemeriksaan yang akurat,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, Bupati juga menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi penyaluran MBG Papang guna memantau kemungkinan adanya lonjakan kasus pada penerima manfaat di Desa Papang dan Ulu Belang.
Untuk sementara waktu, penyaluran MBG di dua lokasi terdampak dihentikan hingga hasil laboratorium keluar. Sementara itu, penyaluran di lokasi lain tetap berjalan dengan pengawasan lebih ketat.
“Selain di dua lokasi yang terdampak untuk sementara jangan dulu dilayani. Di luar itu silakan tetap dilayani dengan pengawasan maksimal,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan komitmennya untuk memastikan program MBG berjalan aman, berkualitas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan di daerah tersebut.***








