NTT Mart Hadir di SMA Negeri 2 Langke Rembong, Bupati Hery Nabit Ajak Tinggalkan Ego Daerah

MANGGARAI, FokusNTT.com- Kehadiran NTT Mart UBSP Lembu Nai di SMA Negeri 2 Langke Rembong menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam memperkuat pemasaran produk lokal sekaligus mendorong kolaborasi antar daerah.

Program ini mendapat apresiasi penuh dari Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, yang mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan ego daerah demi kemajuan bersama.

Bacaan Lainnya

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Hery Nabit saat memberikan sambutan pada kegiatan Launching NTT Mart UBSP Lembu Nai, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melki Laka Lena, bersama rombongan, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta civitas akademika SMA Negeri 2 Langke Rembong.

“NTT Mart ini bukan hanya tempat menjual produk Manggarai, tetapi ruang bersama bagi produk dari seluruh kabupaten di NTT. Karena itu, kita perlu meninggalkan cara berpikir sempit dan ego daerah,” tegas Bupati.

Menurutnya, konsep NTT Mart harus dipahami sebagai wadah kolaborasi dan kebersamaan antar wilayah.

Kehadiran produk dari daerah lain di Manggarai, maupun sebaliknya, merupakan bagian dari semangat saling mendukung dalam membangun ekonomi NTT secara kolektif.

“Jangan nanti dipertanyakan kenapa ada produk dari Sikka, Ngada, atau Alor dijual di sini. Di daerah lain juga akan ada produk Manggarai. Inilah semangat kebersamaan yang harus kita jaga,” ujarnya.

Dengan gaya santai namun sarat makna, Bupati Hery Nabit menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat yang cenderung ingin berjalan sendiri tanpa membuka ruang kolaborasi.

“Kadang kita ini suka mau bikin khusus sendiri. Padahal kalau main bola saja kita pakai orang lain. Saya kira ini pembuka jalan agar kita berpikir lebih luas dan maju bersama,” katanya disambut senyum hadirin.

Kualitas, Harga, dan Pelayanan Jadi Penentu

Menanggapi perhatian masyarakat terkait lokasi NTT Mart yang berada di lingkungan sekolah, Bupati Manggarai menegaskan bahwa lokasi bukan faktor utama dalam menentukan keberhasilan usaha.

“Hari ini orang datang karena kualitas dan harga. Kalau kualitas baik dan harga masuk akal, mau di mana pun tempatnya, orang akan datang,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, ketepatan timbangan, harga yang wajar, serta pelayanan yang ramah dan profesional.

Menurutnya, pelayanan yang baik akan menciptakan kepercayaan dan loyalitas konsumen.

“Yang perlu kita bangun adalah pelayanan. Senyum. Orang datang mau belanja dan melihat-lihat. NTT Mart harus menjadi contoh usaha yang jujur dan profesional,” pesannya.

Sebagai ilustrasi, Bupati Manggarai mencontohkan berkembangnya usaha kecil penjualan daging babi di Kota Ruteng yang tetap diminati masyarakat meski tidak selalu berada di lokasi strategis.

“Sekarang di kota ini ada sekitar 11 sampai 12 usaha kecil penjual daging babi. Orang rela datang dari jauh karena harga lebih murah, timbangan pas, dan kualitas bagus. Ini bukti bahwa lokasi bukan soal utama,” ungkapnya.

Komitmen Bersama Sukseskan NTT Mart

Lebih lanjut, Bupati Manggarai menegaskan bahwa keberhasilan NTT Mart membutuhkan komitmen dan keseriusan semua pihak, terutama jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai.

“Bagian kita sekarang adalah memastikan program ini berjalan. Himbauan saja tidak cukup. Hal-hal teknis harus dikerjakan dengan serius agar NTT Mart bisa berkelanjutan,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan kebijakan, terkadang dibutuhkan ketegasan untuk mendorong keseriusan para pelaksana.

Namun hal tersebut dilakukan demi memastikan program benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurut Bupati, setiap inisiatif baru harus menunjukkan keseriusan sejak awal agar mendapat kepercayaan publik.

“Sebuah inisiatif harus punya sinar. Kalau dari awal sinarnya terang, orang tidak ragu. Tapi kalau sudah redup sejak awal, akan sulit dipertahankan,” katanya.

Di akhir sambutannya, Bupati Hery Nabit mengajak para pengelola NTT Mart agar tetap optimis dan tidak mudah berkecil hati menghadapi kritik dari masyarakat.

“Jangan kecil hati kalau ada komentar. Itu bagian dari proses. Yang penting kita jalankan dengan optimis dan terus memperbaiki kualitas, harga, dan pelayanan,” pungkasnya.

Hadirnya NTT Mart UBSP Lembu Nai di SMA Negeri 2 Langke Rembong diharapkan menjadi motor penggerak penguatan UMKM lokal, peningkatan ekonomi masyarakat, serta simbol kolaborasi antar daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.***

Pos terkait