Pemkab Manggarai Perkuat Dukungan Jumat Agung Hening 2026, Bupati Hery Nabit Tekankan Implementasi Nyata

MANGGARAI, FN- Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Jumat Agung Hening (Silentium Magnum) tahun 2026.

Dukungan tersebut tidak hanya bersifat imbauan, tetapi juga diwujudkan melalui langkah-langkah konkret di lapangan.

Bacaan Lainnya

Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menegaskan hal ini dalam rapat pemantapan bersama Keuskupan Ruteng, tokoh agama, dan aparat keamanan yang berlangsung di Aula Benedic Hall Cewonikit (BHC), Paroki St. Vitalis Cewonikit.

Rapat tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, Kepala PDAM, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Manggarai.

Dalam arahannya, Bupati Hery Nabit menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah dalam memperkuat tradisi keheningan yang telah menjadi bagian penting kehidupan religius masyarakat Manggarai.

“Sudah waktunya pemerintah ikut serta secara aktif untuk memperkuat pelaksanaan Jumat Agung Hening ini,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan umat secara nyata, terutama dalam aspek pengaturan yang menjadi kewenangan daerah.

“Keterlibatan ini berdampak pada pengaturan hal-hal yang selama ini belum berjalan optimal, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar selaras dengan kebutuhan umat di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan Jumat Agung Hening adalah penguatan spiritual internal masyarakat, bukan untuk kepentingan eksternal.

“Niat kita bukan untuk pihak luar, tetapi untuk internal kita sendiri. Kita ingin memperkuat kesadaran bahwa pada hari itu keheningan benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.

Ia juga membuka ruang partisipasi dari berbagai pihak untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan.

“Kita sangat terbuka terhadap masukan, agar dukungan pemerintah tidak hanya sebatas imbauan, tetapi juga diwujudkan dalam gerakan nyata,” ungkapnya.

Meski bukan aturan negara yang bersifat memaksa, Bupati menilai nilai-nilai keagamaan memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat Manggarai.

“Ini bukan aturan negara, tetapi dalam realitasnya kegiatan keagamaan sangat memengaruhi kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah pengaturan jam operasional SPBU dan swalayan.

Pemerintah mendorong agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan hingga tengah malam sebelum Jumat Agung, sehingga pada hari pelaksanaan aktivitas dapat dihentikan secara total demi menjaga kekhusyukan.

Selain itu, Bupati Hery Nabit juga menyambut baik rencana pemusatan kegiatan Jalan Salib di satu lokasi, yakni di Natas Labar.

Langkah ini dinilai dapat membantu memfokuskan konsentrasi umat dalam perayaan.

“Kita ingin pelaksanaan Jalan Salib lebih terpusat, tidak berpindah-pindah, sehingga umat bisa lebih khusyuk mengikuti rangkaian ibadat,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi perkembangan positif dalam pelaksanaan Jumat Suci beberapa tahun terakhir yang dinilai semakin tertib dan penuh kesadaran.

“Pelaksanaan Jumat Suci sekarang sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menutup arahannya, Bupati Hery Nabit memastikan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai siap memberikan dukungan penuh.

“Tidak ada keraguan bahwa pemerintah daerah akan mendukung penuh pelaksanaan Jumat Agung Hening tahun 2026,” tegasnya.

Ia berharap melalui rapat pemantapan ini, seluruh pihak dapat membangun sinergi yang lebih kuat demi memastikan pelaksanaan berjalan lancar dan penuh kekhusyukan.

“Tahun ini kita tidak hanya sebatas imbauan, tetapi duduk bersama dalam rapat pemantapan agar seluruh persiapan benar-benar matang,” pungkasnya.

 

Pos terkait