MANGGARAI, FokusNTT.com- Pemerintah Kabupaten Manggarai menggelar dialog bersama belasan tetua adat dari Gendang Kaca Bung, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Rabu (18/03/2026).
Pertemuan yang berlangsung di aula Setda Manggarai ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat komunikasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang belakangan menyita perhatian publik di Kabupaten Manggarai.
Pantauan media ini, belasan tetua adat dari Gendang Kaca Bung diterima langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Laju Nabit, bersama Wakil Bupati, didampingi Penjabat Sekda Manggarai Lambertus Paput serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Turut hadir dalam dialog tersebut unsur Forkopimda, di antaranya Kapolres Manggarai Levi Defriansyah, Kasdim 1612/Manggarai Mayor Infanteri Roberto Carlos Babo, Wadanki Brimob Ruteng Iptu Rudolf Amaral, Ketua DPRD Manggarai Paulus Peos, serta Kepala Desa Bulan Juvent Hamat.
Dalam dialog tersebut, Pemkab Manggarai bersama TNI-Polri dan DPRD memilih untuk lebih banyak mendengar dan menggali akar persoalan dari sudut pandang tetua adat Gendang Kaca terkait perselisihan yang terjadi di Desa Bulan.
Kehadiran para tetua adat ini tidak hanya sebagai bentuk penghargaan terhadap pemerintah, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni sosial serta stabilitas keamanan di wilayah adat.
Bupati Manggarai, Herybertus Laju Nabit, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi secara bijak dan damai.
“Pemerintah akan berusaha maksimal agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menyampaikan apresiasi atas itikad baik para tetua adat yang hadir dalam dialog tersebut.
“Dengan kehadiran bapak-bapak di sini, sudah menunjukkan niat baik untuk menyelesaikan persoalan yang kita hadapi. Kami berharap kita semua bisa menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, dialog serupa dijadwalkan kembali digelar pada Kamis (19/03/2026) dengan menghadirkan pihak dari Gendang Leko, guna mendapatkan gambaran utuh dari kedua belah pihak yang terlibat dalam perselisihan.
Melalui pendekatan dialog yang humanis dan partisipatif ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap tercipta solusi yang adil, menjaga nilai-nilai adat, serta memperkuat persatuan masyarakat di tengah dinamika yang terjadi.***







