TJSL PLN, Bantuan 41 Ekor Babi Lengkap dengan Pakan Berkualitas, Obat-Obatan Hingga Kandang Permanen

MANGGARAI, Fokusntt.com- PT PLN mengukuhkan komitmen pemberdayaan masyarakat, melalui program bantuan ternak babi yang kini tengah dikelola oleh kelompok tani di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Hingga saat ini, sebanyak 41 ekor babi bantuan yang disalurkan telah memasuki usia lima bulan dengan indikator kesehatan dan pertumbuhan yang optimal.

 

Bacaan Lainnya

Keberhasilan ini merupakan hasil dari pendekatan program yang dirancang tidak sekadar sebagai bantuan langsung, melainkan sebagai ekosistem peternakan terpadu yang menekankan aspek keberlanjutan, kapasitas teknis, dan monitoring berkala. PLN memastikan setiap kelompok penerima dilengkapi dengan paket pakan berkualitas, obat-obatan veteriner, serta pembangunan kandang permanen yang memenuhi standar usaha peternakan jangka panjang.

Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut, mencatat bahwa pendekatan terstruktur ini telah mendorong penerapan protokol pemeliharaan yang disiplin di tingkat kelompok.

“Kebersihan kandang menjadi perhatian utama, diikuti dengan pemberian pakan yang teratur dan berkualitas. Selain itu, pemberian obat cacing dilakukan setiap dua bulan sekali guna memastikan kondisi ternak tetap sehat dan terhindar dari penyakit,” ungkapnya pada Senin, 13/04/2026.

Lebih jauh, program ini telah diintegrasikan dengan peta jalan pengembangan yang terukur.

“Ke depan, kelompok ternak telah menyusun rencana pengembangan yang terarah. Dari total ternak yang ada, dua ekor babi akan dipersiapkan sebagai indukan untuk proses perkembangbiakan. Sementara itu, ternak lainnya direncanakan untuk dijual sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi kelompok,” tambah Laurensius.

Ia juga mengatakan bahwa, keberhasilan awal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat Desa Wewo lainnya untuk turut mengembangkan usaha ternak babi.

“Antusiasme warga pun mulai terlihat, dengan adanya harapan agar program bantuan serupa dari PLN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” katanya.

Dari sisi implementasi, PLN mengintegrasikan pelatihan teknis dan pendampingan langsung sebagai pilar utama program. Marselinus, salah satu penerima manfaat, menjelaskan bahwa para peternak telah dibekali kemampuan membuat pakan alternatif dan pakan fermentasi (silase) untuk meningkatkan efisiensi serta nilai gizi ternak dengan memanfaatkan sumber daya lokal melalui skema pendampingan.

“Luar biasa bantuan anakan babi dari pihak PT. PLN kepada masyarakat desa Wewo. PLN juga menyiapkan salah satu pendamping untuk memantau langsung setiap kondisi ternak kami,” tuturnya.

Dengan kombinasi infrastruktur, alih pengetahuan, dan pengawasan berkala, program ini menegaskan peran PLN sebagai mitra pembangunan yang tidak hanya menyalurkan aset, tetapi juga membangun kapasitas kemandirian usaha. Langkah ini secara konkret merefleksikan kepedulian PLN dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Pos terkait