Warga Rasakan Manfaat Geothermal Mataloko, PLN Pastikan Pengembangan Aman

NGADA, FN- Pengembangan energi panas bumi (geothermal) di wilayah Mataloko, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Di tengah berbagai isu yang beredar, warga justru merasakan manfaat nyata dari kehadiran proyek energi bersih tersebut, sementara PLN menegaskan komitmennya menjalankan pengembangan secara aman dan berbasis ilmiah.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga Daratei, Desa Ulubelu, Katharian Fono, mengungkapkan bahwa kehidupan masyarakat setempat mengalami perubahan yang signifikan sejak adanya aktivitas geothermal.

Ia menilai berbagai informasi yang menyebut kondisi lingkungan memburuk tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Kalau ada yang mengatakan di sini tidak bisa menghasilkan dan lumpur muncul di mana-mana, itu tidak benar. Kami yang tinggal di sini mengetahui kondisi sebenarnya,” ujarnya.

Katharian juga membagikan kisah pribadinya yang kini merasakan peningkatan kesejahteraan.

Ia mengaku bahwa keberadaan proyek geothermal membuka peluang kerja bagi keluarganya.

“Dulu saya hidup dalam keterbatasan, rumah bambu dengan atap sederhana. Sekarang anak saya bekerja karena adanya geothermal ini. Saya bisa memiliki rumah yang lebih layak,” tuturnya.

Dari sisi ilmiah, akademisi sekaligus ahli geothermal, Pri Utami, menegaskan bahwa fenomena seperti mata air panas, uap tanah, maupun lumpur panas yang muncul di wilayah Mataloko merupakan manifestasi alami dari sistem panas bumi, bukan akibat aktivitas pengeboran.

“Manifestasi panas bumi adalah ekspresi alami dari potensi panas bumi di bawah permukaan. Itu terbentuk secara alamiah, bukan karena kegiatan manusia,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa fenomena tersebut bersifat terbatas pada area tertentu dengan kedalaman yang relatif dangkal, serta tidak dapat disamakan dengan peristiwa lumpur Lapindo.

“Ini bukan lumpur hasil pengeboran atau limbah. Karakteristiknya berbeda dan terjadi secara alami,” tegas Pri.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa seluruh tahapan pengembangan geothermal dilakukan dengan mengacu pada standar keselamatan dan kaidah lingkungan yang ketat.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan berbasis kajian ilmiah, dengan pengawasan berlapis untuk menjamin keamanan serta keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

PLN juga terus mengedepankan transparansi serta komunikasi terbuka dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan guna memastikan informasi yang beredar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengembangan geothermal merupakan bagian dari upaya menghadirkan energi bersih yang andal bagi NTT. Di saat yang sama, kami ingin memastikan manfaatnya juga dirasakan langsung oleh masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” tutup Rizki.

Pos terkait