Cuaca Ekstrim Melanda Wilayah Manggarai, Pemkab Himbau Warga untuk Waspada

Foto tangkapan layar kondisi cuaca terkahir berdasarkan prakiraan BMKG.

Ruteng, FokusNTT.com- Cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang atau puting beliung, kini sedang melanda wilayah Kabupaten Manggarai dan sekitarnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG Manggarai pada Senin (12/1/2026) kondisi seperti itu akan berlangsung hingga 16 Januari 2026 yang akan datang.

Bacaan Lainnya

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai menghimbau masyarakat untuk waspada.

Surat himbauan Pemkab Manggarai tersebut ditandatangani Wakil Bupati Fabianus Abu tanggal 12 Januari 2026.

Surat tersebut bernomor: 300.2.2/26/1/3026., Tentang: Kewaspadaan Terbadap Potensi Bencana Alam Akibat Cuaca Ekstrem

Himbauan tersebut disampaikan dengan memperhatikan informasi dan Badan Metsorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem berupa peringatan dini hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur termasuk di Kabupaten Manggarai.

Pemkab Manggarai menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam yang dapat ditimbulkan.

Dituliskan, potensi bencana alam yang dapat ditimbulkan seperti:

Banjir akibat curah hujan yang tinggi dan/atau luapan sungar/kali;

Tanah Longsor, terutama di daerah perbukitan dan lereng;

Angin kencang/puting beliung, yang dapat merusak bangunan dan pepohonan;

Gelombang Tinggi, bagi masyarakat yang berakaktvitas di wilayah penisir.

Wabup Fabianus Abu menghimbau kepada masyarakat segara melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Memantau Informasi Cuaca: Selalu memantau perkambangan informasi cuaca terkini dari BMKG melalui website, aplikasi, dan media sosial resmi;

Membersihkan Lingkungan: membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar dari sampah dan material yang dapat menyumbat aliran air;

Memperkuat Bangunan: memastikan bangunan dan rumah dalam kondisi yang kuat dan aman, serta memangkas dahan pohon yang rapuh di sekitar rumah;

Menghindari Aktiftas di Luar rumah: menghindari aktivitas di luar rumah saat cuaca ekatrem, terutama di daerah yang cawan bencana;

Mempersiapkan Perlengkapan Darurat: menyiapkan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan penting seperti makanan, air bersih, obat-obatan, senter. baterai, dan pakaian hangat;

Mengungsi ke tempat aman:  segera mengungsi ke tempat yang Iebih aman jika terjadi tanda-tanda bencana;

Melaporkan Kejadian Darurat: segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang atau Pemetintah setempat seperti kepala desa/lurah/Camat, aparat Babinsa, Bhabinkamtibmas setempat serta dapat menghubungi kontak person 0812-5303-7950 (Kepala BPBD) 0813-3930-6081 (Seksetars BPBD). 0812-7735-1354 (Kabid Kedaruratan dam Logistik). 0819-1061-4688 (Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan) 0813-5311-3082 (Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi); 

Wabup Fabianus Abu memerintahkan para camat untuk meneruskan himbauan itu kepada seluruh masyarakat melalui kepala desa/lurah di wilayah kerja masing-masing. Khusus untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pesiair, Wabup Fabianus Abu menghimbau sebagai berikut:

Tidak melakukan aktivitas melaut saat gelombang tinggi; menjauhi area pantai saat gelombang tinggi;  dan mengikuti arahan dan informasi dari petugas terkait.

Pada bagian lain himbauan tersebut, Wabup Fabianus Abu menyampaikan catatan penting seperti:

Menyebarkan himbauan tersebut melalui berbagai media informasi seperti media sosial, website resmi, pengumuman di tempat umum, dan media massa;

Koordinasi dengan pihak terkit seperti BPBD, TNI/Polri, camat. Pemeritahan desa/kelurahan setempat dalam penanganan bencana;

Melakukan kegiatan gotong royong dan saling membantu antar sesama masyarakat dalam menghadapi bencana.***

Pos terkait