Felix Edon Meraih Anugerah Kebudayaan RI dari Kemenbud, Bupati Manggarai: “Kita Ada di Jalur yang Sama, Melestarikan Budaya Manggarai”

Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit atau Hery Nabit saat menerima seniman musik Manggarai, Felix Edon yang meraih Anugerah Kebudayaan RI Tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan. Foto: ist

Ruteng, FokusNTT.com- Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, mengapresiasi pencapaian seniman musik Manggarai, Felix Edon, yang meraih Anugerah Kebudayaan Republik Indonesia dari Kementerian Kebudayaan pada akhir tahun 2025 silam.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Hery Nabit saat menerima seniman Felix Edon bersama Sanggar Wela Rana di ruang kerjanya, Rabu (14/1) pukul 16.30 Wita.

Bacaan Lainnya

Felix bertemu Bupati Manggarai untuk yang melaporkan secara resmi karena menerima penghargaan dari Kementerian Kebudayaan RI tersebut.

Adapun penghargaan yang diraih Felix Edon karena dedikasinya atas mengembangkan musik tradisional Manggarai yakni cakatinding untuk Anugerah Kebudayaan kategori Perintis.

Menanggapi apa yang dikerjakan dan diraih seniman musik Felix Edon itu Bupati Hery Nabit mengatakan, Pemkab Manggarai dan seniman berada di jalur yang sama dalam melestarikan budaya Manggarai.

“Kita ada di jalur yang sama. Orientasi pemerintah adalah mempertahankan dan melestarikan budaya Manggarai,” kata Hery Nabit.

Dia menambahkan, “Kalau niatnya sudah sama, kita bisa bekerja sama lebih banyak. Kita akan lihat seperti apa polanya, yang pasti kita sudah di jalur yang tepat”.

Bupati Hery enyampaikan ucapan terima kasih atas kesetiaan Felix Edon mengembangkan alat musik dari bambu ini sehingga mendapat pengakuan di pentas nasional. “Terima kasih dan hormat atas kerja keras itu. Musik tradisional mungkin bukan musik yang digemari secara populer tetapi Pa Felix setia menjaganya sampai akhirnya mendapat Anugerah Kebudayaan,” ungkap Bupati Hery Nabit.

Kepada Bupati Hery, Felix mengatakan, semua yang diperolehnya karena dukungan Pemkab Manggarai.

“Dalam piagamnya memang tertulis nama Felix Edon, tetapi ini semua bisa terjadi karena dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang sudah mengusulkan nama kami ke Kementerian Kebudayaan RI. Karena itu kami datang dan menyampaikan ucapan terima kasih kami, sekaligus tetap mengharapkan arahan dari pemerintah terkait upaya pelestarian musik tradisional dan kebudayaan secara umum di daerah ini,” tambah musisi yang telah melahirkan banyak karya lagu Pop Manggarai sejak tahun 1989 ini.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Hery Nabit mengungkapkan bahwa penghargaan yang diraih itu tidak hanya membanggakan Felix Edon dan Sanggar Wela Rana tetapi seluruh masyarakat Manggarai.

“Penghargaan ini, saya kira, adalah dorongan tambahan. Alasan utama yang membuat Pa Felix berkarya adalah dorongan hati karena kita ini hidup dalam budaya. Orang Manggarai itu selalu menari dan menyanyi, dan syaratnya harus ada musik. Di situlah Pa Felix ada dan menghidupkan musik tradisional ini. Sekali lagi, terima kasih untuk itu,” ungkap Bupati Hery Nabit yang dalam waktu dekat juga akan menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat atas upaya menjaga warisan budaya Manggarai melalui program Revitalisasi Rumah Adat yang mulai dikerjakan pada tahun 2025 lalu.

Bupati Hery juga mengapresiasi kerja kesenian yang dilakukan oleh Felix Edon di Sanggar Wela Rana yang melibatkan para pelajar dari usia SD hingga Perguruan Tinggi, serta kelompok difabel.

“Kalau sisi ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh, ini bisa menjadi kekuatan terutama dalam konteks memajukan kebudayaan. Ada banyak pihak yang memiliki perhatian pada perempuan, anak, dan teman-teman difabel. Pa Felix sudah memulainya di Wela Rana, saya kira itu sangat baik,” demikian Bupati Hery Nabit (***)

Pos terkait