Jakarta, FokusNTT.com- Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026, nama Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, SE., MA., kian menguat dalam bursa kandidat penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Penguatan posisi tersebut ditandai dengan penyampaian materi dan paparan visi kebudayaan dalam forum penilaian Anugerah Kebudayaan PWI 2026 yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat.
Dalam forum prestisius tingkat nasional itu, Bupati Manggarai menyampaikan materi presentasi berjudul “Membangun Rumah, Merawat Budaya: Modal Kolektif Menuju Indonesia Emas”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan seleksi kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen, integritas, serta inovasi dalam pemajuan kebudayaan di daerah.
Bupati Manggarai menegaskan bahwa kebudayaan harus menjadi arus utama pembangunan nasional. Menurutnya, rumah dan budaya merupakan titik awal pembentukan karakter, penguatan solidaritas sosial, serta peningkatan daya saing daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Merawat budaya berarti merawat peradaban. Dari rumah dan komunitas lokal, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta identitas bangsa ditumbuhkan sebagai modal kolektif menuju masa depan Indonesia yang maju dan berkarakter,” ujar Bupati Manggarai dalam presentasinya.
Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mendukung pemajuan kebudayaan. Program tersebut meliputi penguatan sanggar seni dan komunitas adat, pelestarian tradisi dan ritus budaya, integrasi nilai budaya dalam sektor pendidikan dan pariwisata, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Pemerintah Kabupaten Manggarai juga membangun kolaborasi aktif dengan media dan insan pers sebagai mitra strategis dalam memperkuat literasi budaya, mempromosikan kebudayaan daerah, serta membangun kesadaran publik akan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Paparan Bupati Manggarai disampaikan di hadapan dewan juri Anugerah Kebudayaan PWI 2026 yang terdiri atas Ahmad Munir (Ketua PWI Pusat), Sudiwo Tedjo (Budayawan Nasional), Dr. Nungki Kusumastuti (Akademisi), Yusuf Susilo Hartono (Wartawan), serta Agus Dermawan T. (Kurator Seni dan Budayawan).
Dalam sesi tanya jawab, dewan juri melakukan pendalaman terhadap sejumlah aspek strategis, antara lain kesinambungan kebijakan kebudayaan daerah, keterlibatan generasi muda dalam pelestarian dan pengembangan budaya, serta dampak nyata program kebudayaan terhadap peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Robertus Bellarminus Nagut, yang turut mendampingi Bupati Manggarai, menyampaikan bahwa seluruh pertanyaan dewan juri dapat dijawab secara baik dan komprehensif.
Hal tersebut menunjukkan kesiapan serta keseriusan Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam menjadikan kebudayaan sebagai arus utama pembangunan daerah.
Sebagai bagian dari presentasi, Bupati Manggarai juga memamerkan berbagai produk kerajinan unggulan binaan Dekranasda Kabupaten Manggarai.
Produk-produk tersebut mencerminkan kekayaan budaya lokal sekaligus potensi besar pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Atas konsistensi kebijakan, kepemimpinan yang visioner, serta inovasi dalam pemajuan kebudayaan, Bupati Manggarai dinilai sebagai salah satu kandidat kuat penerima Anugerah Kebudayaan PWI Tahun 2026.
Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai berhasil menjadikan kebudayaan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.
Rencananya, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat akan diserahkan secara resmi pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar pada 9 Februari 2026 di Provinsi Banten, dan dijadwalkan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.***








