Kolaborasi BPN dan PLN Rampungkan Pengadaan Tanah Jalan Akses PLTP Ulumbu, Harapan Rakyat Terwujud

MANGGARAI, Fokusntt.com– Bagi warga Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kehadiran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 Poco Leok bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi, melainkan janji kemajuan yang dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

 

Bacaan Lainnya

Kolaborasi erat antara Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai, Pemerintah Daerah, dan PT PLN (Persero) kini membuahkan hasil nyata. Proses pengadaan tanah untuk proyek berkapasitas 2×20 MW ini semakin cepat, dengan pelepasan objek pengadaan tanah dan pemberian ganti kerugian kepada 258 pemilik lahan yang dilaksanakan di Halaman Gendang Wewo, Kamis (12/03/2026). Cakupan area meliputi Access Road menuju Wellpad J, Access Road menuju Wellpad G, serta Access Road STA 0+000 – 7+200 dan tikungannya.

 

Dari kacamata warga, transparansi menjadi kunci keberhasilan proses ini. Ara Lambertus, salah satu pemilik lahan asal Desa Wewo, menuturkan pengalamannya sejak awal sosialisasi.

“Bagi saya secara pribadi, dari awal pihak PLN sudah sangat baik dan terbuka karena dalam pengadaan tanah perluasan jalan ini melibatkan pihak pemerintah Manggarai. Karena memang sudah ada jalan milik Pemda Manggarai,” ujar Lambertus.

 

Terkait penilaian kompensasi, Lambertus merasa dihargai secara adil. Proses yang melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dinilai memberikan hasil yang menguntungkan bagi para pemilik lahan.

“Terkait dengan penentuan harga oleh KJPP itu sudah sangat menguntungkan kami. Saya secara pribadi harus menyampaikan ucapan terimakasih kepada PT. PLN, BPN Manggarai dan Pemerintah Manggarai,” ungkap Lambertus.

Lebih dari sekadar kompensasi finansial, warga Wewo melihat manfaat jangka panjang dari pembangunan infrastruktur ini. Jalan baru yang akan dibangun PLN menjadi sumber kebanggaan komunitas.

“Terus terang, bukan hanya uang ganti rugi tanah yang kami dapat, tetapi jalan mulus yang akan dibangun oleh PT. PLN dari simpang tiga Ponggek menuju desa Wewo menjadi kebanggaan kami semua. Dan kami juga yang menikmati jalan mulus itu nanti,” ucapnya.

 

Harapan warga pun meluas hingga dampak elektrifikasi. Dengan penambahan kapasitas 40 MW dari PLTP Ulumbu, Lambertus menyampaikan aspirasi masyarakat kecil di pelosok.

“Bagi kami orang Wewo, penambahan kapasitas listrik di Ulumbu tidak ada masalah, yang terpenting PLN dapat memberikan manfaat penerangan sampai ke pelosok Manggarai,” tuturnya.

 

Di balik kepuasan warga, terdapat proses teknis yang ketat dan partisipatif. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai, Eduward Meteo Yamasita Tuka, menjelaskan bahwa sejak Maret 2025, tim satgas A (pengukuran) dan satgas B (pendataan fisik/yuridis) telah menginventarisasi dan mengidentifikasi 549 bidang tanah untuk pembangunan jalan menuju Wellpad G, J, dan access road STA 0+000 – 7+200.

“Yang memberikan penilaian ganti rugi dalam pengadaan tanah pembangunan PLTP Ulumbu unit 5-6 ini, KJPP juga dibantu oleh satgas Yuridis (panitia pengadaan tanah) seperti dinas pertanian untuk membantu KJPP dalam penilaian tanaman dan dinas PUPR untuk menilai sebuah bangunan,” jelasnya.

 

Eduward menekankan bahwa tahapan inventarisasi dan identifikasi tanah menjadi fondasi penetapan ganti kerugian melalui dialog terbuka dengan pemilik lahan. Penilaian didasarkan pada indikator terukur untuk memastikan keadilan dan nilai yang layak (*ganti untung*), dengan melibatkan tim independen KJPP serta dukungan teknis dari dinas terkait.

Ia memastikan dalam proses pengadaan tanah pembangunan jalan menuju sejumlah lokasi pembangunan proyek tersebut pemilik lahan telah terlibat aktif serta menghadiri rapat musyawarah penetapan ganti kerugian.

 

Kini, dari perspektif masyarakat Wewo, proyek PLTP Ulumbu unit 5-6 bukan hanya tentang megawatt yang dihasilkan, melainkan tentang bagaimana pembangunan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan komunitas lokal, penghormatan terhadap hak kepemilikan lahan, dan janji kesejahteraan yang menjangkau hingga ke pelosok negeri.

Pos terkait