Ruteng, FokusNTT- Di tengah pesona alam Manggarai, terdapat sebuah keajaiban tersembunyi bernama Liang Kekep di Desa Benteng Tubi, Kecamatan Rahong Utara. Gua alami ini memadukan misteri, keindahan alam, dan pengalaman petualangan yang tak terlupakan. Dengan struktur unik menyerupai hotel tiga lantai, lengkap dengan “front office” alami dan lorong bertingkat yang dihiasi stalaktit dan stalagmit, pengunjung seolah melangkah ke dunia lain.
Keunikan Tiga Lantai Liang Kekep
– Lantai Pertama: Suasananya lembap dengan pencahayaan alami dari celah-celah batu.
– Lantai Kedua: Udara sejuk dan tenang, cocok untuk merenung.
– Lantai Ketiga: Terdapat rongga besar menyerupai ruang pertemuan alami.
Kepala Desa Benteng Tubi, Teofilus Jehuman, menjelaskan bahwa keunikan struktur gua ini membuatnya berpotensi menjadi destinasi wisata minat khusus. Pemerintah desa berencana mengembangkan Liang Kekep sebagai destinasi wisata alam unggulan dengan fokus pada petualangan, edukasi, dan konservasi.
Pengembangan Wisata dan Kompetisi Konten Digital
Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Kominfo mendorong Liang Kekep untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Konten Digital Hidden Gem Pariwisata Bakti Komdigi 2025. Tujuannya adalah memperkenalkan potensi wisata baru dan memperkuat citra Manggarai sebagai daerah dengan potensi wisata alam dan budaya yang kaya.
Dengan keindahan alamnya yang unik dan potensi pengembangan yang besar, Liang Kekep siap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Manggarai.
Pemerintah desa bersama masyarakat setempat berencana menjadikan Liang Kekep Poka sebagai destinasi wisata alam unggulan dengan konsep wisata minat khusus — fokus pada petualangan, edukasi, dan konservasi. “Kami tidak ingin mengubah keaslian alam. Justru keunikan dan kealamian itulah yang menjadi daya tarik wisatawan,” tambah Kepala Desa Benteng Tubi, Teofilus Jehuman.
Liang Kekep Poka kini menjadi simbol bahwa di balik sunyinya hutan Manggarai, selalu ada keindahan yang menunggu untuk ditemukan. Sebuah destinasi yang bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga mengajak setiap pengunjung untuk kembali menyatu dengan alam dan menghargai karya agung Sang Pencipta.
Sekretaris Desa Benteng Tubi Agustinus Ganggar menambahkan keunikan Liang Kekep membuatnya layak dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus.
Pemerintah Desa Benteng Tubi bersama masyarakat berencana menata kawasan sekitar Liang Kekep agar bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata petualangan dan edukasi tanpa mengubah keaslian alam.
“Kami ingin wisatawan datang, tapi tetap menjaga kelestarian lingkungan. Liang Kekep Poka harus tetap alami,” tambah Kepala Desa Benteng Tubi, berharap.
Bagi para pencinta alam dan penjelajah, Liang Kekep bukan sekadar gua, melainkan pengalaman spiritual dan visual yang mengajak setiap pengunjung memahami kebesaran alam Manggarai. Di balik kesunyian gua tiga lantai itu, tersimpan pesan bahwa keindahan sejati sering tersembunyi di tempat yang sederhana.
Sumber: Diskominfo Manggarai







