LPDR dan BEM Undana Gelar Diskusi Publik, Soroti Distribusi BBM Bersubsidi di NTT

KUPANG, FN- Upaya menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pembahasan dalam diskusi publik yang digelar BEM PT Undana Kupang bersama LPDR.

Diskusi bertajuk “Menelisik Persoalan Distribusi BBM Bersubsidi di NTT” tersebut menghadirkan Kepala Dinas ESDM NTT Viktor Manek, Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail NTT, Dekan FEB Undana Rolland E. Fanggidae dan Ketua DPD KSPSI NTT Stanis Tefa.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas ESDM NTT Viktor Manek mengatakan pengawasan dan distribusi BBM bersubsidi membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pertamina Patra Niaga dan SPBU. Kolaborasi tersebut penting untuk memastikan penyaluran BBM dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pengawasan distribusi BBM bersubsidi membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, Pertamina Patra Niaga dan SPBU,” kata Viktor.

Ia menjelaskan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kebutuhan serta kendala distribusi di masing-masing wilayah.

Menurut Viktor, kondisi geografis NTT sebagai wilayah kepulauan juga menjadi perhatian dalam pengaturan distribusi BBM. Karena itu, pemantauan stok dan kebutuhan secara berkala diperlukan agar penyaluran dapat disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah.

Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail NTT dalam pemaparannya menjelaskan kondisi stok dan kebutuhan BBM di sejumlah SPBU di Kota Kupang, Ngada, Sikka, Sumba Timur dan Larantuka. Ketersediaan BBM di setiap SPBU berbeda sesuai kebutuhan harian masing-masing wilayah.

Di Kota Kupang, stok Pertalite di sejumlah SPBU yang dipaparkan berada pada kisaran 14.978 hingga 18.104 liter, sementara Bio Solar berkisar 10.393 hingga 18.235 liter.

Untuk SPBU di Ngada, Sikka, Sumba Timur dan Larantuka, stok Pertalite, Pertamax, Bio Solar dan Pertamina Dex juga tersedia dengan jumlah yang disesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah.

Selain stok yang tersedia, tambahan pasokan juga disiapkan untuk sejumlah SPBU. Pasokan tersebut meliputi Pertalite, Pertamax, Bio Solar dan Pertamina Dex dengan volume berbeda sesuai kebutuhan setiap daerah.

Antrean di sejumlah SPBU masih berada dalam kategori sedang. Pemantauan stok dan kebutuhan harian terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Ketua DPD KSPSI NTT Stanis Tefa mengatakan BBM merupakan salah satu kebutuhan penting bagi pekerja formal maupun informal karena berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi.

“BBM merupakan salah satu kebutuhan penting bagi pekerja, baik formal maupun informal, karena ketersediaannya berkaitan dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi,” kata Stanis.

KSPSI NTT juga mendukung pemerintah dan Pertamina dalam menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM bersubsidi di NTT. Selain itu, KSPSI siap menyampaikan kondisi yang ditemui pekerja di lapangan sebagai bahan evaluasi bersama.

Stanis mengimbau mahasiswa dan kalangan buruh agar tidak cepat panik dalam menyikapi kondisi ketersediaan BBM.

“Kami mengimbau mahasiswa dan pekerja untuk tidak cepat panik. Kondisi yang ada perlu disikapi dengan tenang sambil terus mendorong pemerintah dan Pertamina memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM,” ujarnya.

Dekan FEB Undana Rolland E. Fanggidae menambahkan bahwa BBM memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari transportasi, perdagangan, pertanian hingga kegiatan produksi.

“BBM memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi karena digunakan dalam transportasi, industri, pertanian dan perdagangan,” kata Rolland.

Ia menjelaskan gangguan terhadap ketersediaan BBM dapat berdampak pada biaya transportasi dan distribusi serta aktivitas produksi. Karena itu, efisiensi penggunaan energi dan pengembangan sumber energi alternatif juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi.

Pos terkait