Menlu Sugiono Salurkan 5.000 Lebih Paket Sembako untuk Korban Gempa M 7,7 Flores di Manggarai

Warga Kabupaten Manggarai terdampak gempa bumi Flores yang menerima bantuan Menlu Sugiono. Foto: ist.

MANGGARAI, FokusNTT.com – Di tengah agenda diplomatik internasional, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa bumi Flores magnitudo 7,7 yang mengguncang pada 15 Agustus 2026.

Bantuan disalurkan melalui koordinator lapangan Bonifasius Burhanus sejak masa tanggap darurat ditetapkan. Bantuan berupa paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng, susu, biskuit, ikan kaleng sarden, dan kebutuhan pokok lainnya.

Bacaan Lainnya

“Sejak masa tanggap darurat, Menlu Sugiono sudah menyalurkan sebanyak 5.000 paket bantuan yang didistribusikan di 10 kecamatan terdampak di Kabupaten Manggarai,” ujar Bonifasius, Kamis (24/9/2026) pagi.

Kesepuluh kecamatan tersebut adalah Reok, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Wae Ri’i, Rahong Utara, Langke Rembong, Ruteng, Lelak, dan Satar Mese Utara.

Bonifasius merinci, pada Rabu (23/9) bantuan telah disalurkan di lima titik, yakni Dusun Koter dan Dusun Nangka di Desa Bulan Kecamatan Ruteng; Desa Satar Ngkeling, Desa Bangka Kenda di Kecamatan Wae Ri’i; serta Kelurahan Leda, Kecamatan Langke Rembong. Penyaluran akan dilanjutkan ke lima titik lainnya.

“Untuk kabupaten lain yang terdampak gempa Flores juga mendapat bantuan serupa, melalui koordinator kabupaten masing-masing” jelasnya.

Warga penerima menyambut baik bantuan tersebut. Kanisius Jehatu mewakili warga Desa Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, dan Dominikus Mantur perwakilan warga Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, menyampaikan terima kasih kepada Menlu Sugiono.

Data BNPB untuk Kabupaten Manggarai

Berdasarkan infografis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperbarui pada Rabu, 16 September 2026, dampak gempa di NTT masih terkonsentrasi di tujuh kabupaten.

Khusus untuk Kabupaten Manggarai, BNPB mencatat 56 jiwa meninggal dunia, 453 jiwa luka-luka, 5.799 jiwa mengungsi, 1.983 KK terdampak, dan 7.114 unit rumah terdampak.

Untuk konteks, total korban meninggal akibat gempa Flores mencapai 142 orang hingga pertengahan September 2026. Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menjelaskan bahwa 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, sementara 94 orang lainnya meninggal di lokasi pengungsian akibat komplikasi penyakit kronis, mayoritas kelompok lansia.

Gempa M 7,7 berpusat di utara Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026 pukul 05.48 Wita tersebut berdampak di Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka. Di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 50 jiwa meninggal dan 17.341 jiwa mengungsi, sementara di Nagekeo 20 jiwa meninggal dan 6.936 jiwa mengungsi.

Hingga saat ini BNPB masih melakukan verifikasi kerusakan rumah kategori berat, sedang, dan ringan di Manggarai. (aka) 

Pos terkait