Percepat Transisi Energi, PLN dan BPN Manggarai Rampungkan Ganti Kerugian Ratusan Lahan PLTP Ulumbu

MANGGARAI, FokusNTT.com- Upaya percepatan pengembangan energi bersih di Kabupaten Manggarai terus menunjukkan progres.

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai menuntaskan proses pemberian ganti kerugian lahan untuk mendukung pengembangan proyek PLTP Ulumbu Unit 5–6.

Bacaan Lainnya

Kegiatan pelepasan objek pengadaan tanah sekaligus pemberian ganti kerugian kepada ratusan pemilik lahan tersebut berlangsung di wilayah Poco Leok, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Kamis (12/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, PLN bersama BPN Manggarai menyerahkan ganti kerugian kepada 503 persil bidang tanah yang menjadi bagian dari kebutuhan lahan proyek pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5–6 dengan kapasitas 2×20 megawatt (MW).

Lahan tersebut mencakup sejumlah area strategis pembangunan infrastruktur proyek, di antaranya akses jalan menuju Wellpad J, akses menuju Wellpad G, jalur access road STA 0+000 hingga 7+200, serta beberapa titik tikungan jalan yang menjadi bagian dari pembangunan akses menuju lokasi pemboran panas bumi.

Salah satu pemilik lahan asal Desa Wewo, Ara Lambertus, mengaku bersyukur karena nilai ganti kerugian yang ditetapkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dinilai telah sesuai dengan harapan masyarakat pemilik lahan.

Menurutnya, selain menerima ganti kerugian atas lahan yang digunakan, masyarakat juga akan merasakan manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur jalan yang akan dibangun oleh PLN.

“Terus terang, bukan hanya uang ganti rugi tanah yang kami terima, tetapi jalan mulus yang akan dibangun dari simpang tiga Ponggeok menuju Desa Wewo menjadi kebanggaan kami semua. Nantinya kami juga yang akan menikmati jalan yang lebih baik itu,” ujarnya.

Lambertus menambahkan, sejak tahap sosialisasi rencana peningkatan akses jalan menuju lokasi pemboran PLTP Ulumbu Unit 5–6, masyarakat pemilik lahan telah menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut karena warga menantikan hadirnya pasokan listrik yang semakin andal di wilayah Manggarai.

“Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih kepada PLN, BPN Manggarai, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai. Bagi kami masyarakat Wewo, yang terpenting adalah PLN dapat menghadirkan manfaat penerangan hingga ke pelosok Manggarai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai, Eduward Meteo Yamasita Tuka, menjelaskan bahwa proses pengadaan tanah untuk pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5–6 telah melalui berbagai tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sejak Maret 2025, tim Satuan Tugas (Satgas) A melakukan pengukuran lahan, sedangkan Satgas B melakukan pendataan fisik dan yuridis terhadap 549 bidang tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan akses menuju wellpad serta jalur access road proyek.

Menurut Eduward, proses inventarisasi dan identifikasi lahan dilakukan melalui dialog terbuka bersama para pemilik lahan guna memastikan transparansi serta kesepahaman dalam setiap tahapan.

Penetapan nilai ganti kerugian juga dilakukan secara profesional dengan melibatkan tim independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) serta dukungan Satgas Yuridis dari berbagai instansi teknis.

“KJPP juga dibantu oleh Satgas Yuridis atau panitia pengadaan tanah, seperti Dinas Pertanian yang membantu penilaian tanaman serta Dinas PUPR yang melakukan penilaian terhadap bangunan,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa proses pengadaan tanah untuk pengembangan PLTP Ulumbu dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta mengedepankan dialog bersama masyarakat pemilik lahan.

Menurut Rizki, sinergi antara PLN, BPN, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kunci penting dalam memastikan kelancaran pembangunan infrastruktur energi bersih di Manggarai.

“PLN berkomitmen menjalankan seluruh proses pengadaan tanah secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.***

Pos terkait