Sinode IV Keuskupan Ruteng, Bupati Hery Nabit Dorong Penguatan Peran Gereja dalam Pembangunan Daerah

MANGGARAI, FN- Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, menjadi salah satu narasumber dalam Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Biara Putri Karmel Wae Lengkas, Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, Selasa, 02/06/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hery Nabit menegaskan pentingnya peran strategis Gereja dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng mengusung tema “Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner.”

Kegiatan ini menjadi forum refleksi bersama yang melibatkan Gereja dan berbagai unsur masyarakat guna merumuskan arah pelayanan pastoral Keuskupan Ruteng untuk sepuluh tahun ke depan.

Dalam pemaparannya, Bupati Hery Nabit menjelaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, pembangunan sejati harus mampu membentuk manusia yang berkualitas, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Karena itu, ia menilai Gereja memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung pembangunan, terutama melalui pembinaan nilai-nilai moral, penguatan solidaritas sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

“Gereja memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial, memperkuat persaudaraan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan perlu terus diperkuat,” ungkapnya.

Selain membahas pentingnya kolaborasi antara Gereja dan pemerintah, Bupati Hery Nabit juga memaparkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Manggarai.

Ia menjelaskan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama.

Pemerintah Kabupaten Manggarai, lanjutnya, terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, penguatan sektor pertanian, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Dalam forum tersebut, Bupati juga menyoroti hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat sekolah menengah di Kabupaten Manggarai yang dinilai masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena kualitas pendidikan merupakan salah satu indikator utama kemajuan suatu daerah.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan memerlukan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah dan sekolah, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan Gereja.

Kolaborasi yang kuat diyakini mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan mendukung peningkatan kualitas belajar peserta didik.

“Persoalan kemiskinan dan kualitas pendidikan merupakan tantangan bersama. Dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Manggarai,” tegasnya.

Bupati Hery Nabit juga menekankan bahwa Gereja selama ini telah menjadi mitra penting pemerintah dalam berbagai bidang pelayanan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.

Oleh sebab itu, forum Sinode dinilai menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia berharap berbagai gagasan dan rekomendasi yang lahir dari Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara Gereja, pemerintah, dan masyarakat.

Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng dihadiri langsung oleh Uskup Keuskupan Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, para pastor se-Keuskupan Ruteng, serta berbagai unsur umat Katolik dari wilayah Manggarai Raya.

Turut hadir pula Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, yang menyampaikan materi terkait pembangunan di Kabupaten Manggarai Barat.

Melalui semangat sinodal yang mengedepankan kebersamaan, partisipasi, dan tanggung jawab bersama, forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah pastoral yang relevan dengan perkembangan sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Manggarai yang beriman, maju, dan sejahtera.

Pos terkait