Audiensi dengan Felix Edon, Bupati Manggarai Tekankan Penguatan Kesenian Daerah

MANGGARAI, FN- Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam memperkuat pelestarian dan pengembangan kesenian daerah melalui kolaborasi dengan para seniman lokal.

Penegasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi seniman musik tradisional Manggarai, Felix Edon, bersama anggota Sanggar Wela Rana di ruang kerja Bupati, Rabu (14/1/2026).

Bacaan Lainnya

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh dialog, membahas penguatan ekosistem kebudayaan daerah, termasuk upaya konkret yang perlu terus dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai dalam mendukung para pelaku seni di berbagai bidang.

Dalam arahannya, Bupati Hery Nabit meminta agar pengembangan kebudayaan tidak hanya terfokus pada satu jenis kesenian, melainkan mencakup seluruh bidang kesenian dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Manggarai.

Ia menyebutkan bahwa setiap periode dapat menjadi momentum untuk mengangkat cabang seni yang berbeda, mulai dari musik tradisional, tari, seni pertunjukan, hingga seni tradisi seperti caci.

“Kalau tahun ini musik mendapat perhatian melalui Anugerah Kebudayaan untuk Pa Felix, maka ke depan bisa seni tari, pegiat caci, atau bentuk kesenian lainnya. Yang penting para seniman terus difasilitasi agar tetap berkarya,” tegas Bupati.

Menurutnya, keberlanjutan pelestarian budaya membutuhkan dukungan sistematis dari pemerintah daerah, termasuk pendampingan, fasilitasi, serta ruang ekspresi bagi para seniman agar karya mereka terus berkembang dan terdokumentasi dengan baik.

Audiensi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas seni dalam menjaga identitas budaya Manggarai di tengah perkembangan zaman.

Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa kesamaan visi antara pemerintah dan seniman menjadi modal penting dalam mempercepat pemajuan kebudayaan daerah.

“Kalau niat kita sudah sama, pemerintah dan seniman bisa bekerja lebih banyak bersama. Kita sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga memberikan apresiasi terhadap peran Sanggar Wela Rana yang dinilai berhasil mengembangkan pendekatan kesenian yang inklusif.

Sanggar tersebut melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, serta memberi ruang bagi kelompok difabel untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan seni.

Menurutnya, pendekatan inklusif ini menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

“Pendekatan seperti ini sangat baik. Keterlibatan anak-anak, perempuan, dan teman-teman difabel akan memperkuat pemajuan kebudayaan kita,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Armin Bell, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai terus mencatat berbagai capaian penting di bidang kebudayaan.

Ia menjelaskan bahwa alat musik tradisional Cakatinding telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2022, disusul makanan tradisional Sombu pada tahun 2025.

Selain itu, Bupati Manggarai juga dijadwalkan menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat atas program revitalisasi Mbaru Gendang yang mulai dijalankan sejak 2025.

Menurutnya, seluruh capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya di Manggarai berjalan secara berkesinambungan dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Audiensi dengan Felix Edon ini diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat ekosistem kebudayaan Manggarai, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus mencintai, menjaga, dan mengembangkan seni budaya daerah sebagai identitas dan kebanggaan bersama.

Pos terkait