Ruteng, FokusNTT.com- Salah seorang alumni PMKRI, Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan, pemimpin yang dilahirkan dari pola transaksional, dengan sangat mudah diintervensi oleh siapapun atau oleh pihak manapun dalam menjalankan roda organisasi.
Hal tersebut disampaikan Ramses Lalongkoe di Jakarta, Senin (20/7/2026) terkait pelaksanaan Kongres/MPA PP PMKRI St. Thomas Aquinas yang diselenggarakan di Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai, NTT.
Adapun PP PMKRI melaksanakan Kongres ke-34 dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) ke-33 di Ruteng, 19-25 Juli 2026.
Wakil Ketua Umum (Kaketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Alumni Perhimpunan Mahasiswa Republik Indonesia (PATRIA-PMKRI), meminta forum agar bersih dari Money Politik (politik uang).
“Sebagai alumni PMKRI, saya meminta Kongres ke-34 dan MPA ke-33 sebagai forum terhormat dan tertinggi di PMKRI agar menghindari adanya politik uang,”kata Ramses mengutip Victory News.
Ramses menilai, politik uang dapat merusak tatanan demokrasi dalam konteks apapun, termasuk demokrasi pemilihan Ketua di PMKRI. Sebab, pemimpin yang dilahirkan dari pola transaksional, dengan sangat mudah diintervensi oleh siapapun atau oleh pihak manapun dalam menjalankan roda organisasi.
Selain itu kata Ramses, integritas dan independensi organisasi menjadi rusak, bila pemimpin yang dihasilkan dari proses politik uang.
“Kalau pemimpin hasil transaksional, maka sangat gampang dikendalikan atau intervensi yang siapapun yang berkepentingan, termasuk merusak integritas dan independensi organisasi,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengharapkan, para delegasi yang diutus masing-masing cabang dari seluruh Indonesia, harus memiliki kesadaran tinggi tentang bahaya laten dan kerusakan akibat politik uang.
“Kita berharap setiap delegasi itu memiliki kesadaran tinggi tentang bahaya laten dan kerusakan akibat politik uang dan mudah-mudahan hal itu tidak terjadi.
Organisasi kemahasiswaan seperti PMKRI kata Ramses, organisasi yang memiliki independensi. Independensi harus benar-benar dijaga agar secara bebas, kritis dan merdeka mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah.
Seperti diketahui, PP PMKRI sedang menyelanggarakan Kongres Nasional ke-34 dan MPA ke-33 di di Ruteng, pada 19–25 Juli 2026. Secara resmi, semua rangkaian kegiatan telah dibuka oleh Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit pada Senin pagi. (*/aka)







