Cuaca Ekstrem di NTT Akibat Terbentuknya Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia 

Ruteng, FokusNTT.com- BMKG kembali menghimbau masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kembali waspada akan adanya cuaca extreme berupa hujan sedang hingga lebat dan bahkan sangat lebat yang dapat di sertai petir dan angin kencang.

Peringatan BMKG tersebut disampaikan melalui berbagai platform media sosial pada Kamis (21/1/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

Cuaca ekstrem tersebut, tulis BMKG akan terjadi selama beberapa hari kedepan (22 – 26 Januari 2026) imbas dari terbentuknya bibit siklon tropis 91S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara barat.

“Waspadai terhadap dampak Nya seperti banjir, tanah longsor, angin kencang,” tulis BMKG.

Secara rinci, melalui akun facebook Info BMKG Indonesia diinformasikan sebagai berikut:

Pringatan Gelombang Tinggi

 

Berlaku mulai : 22 Januari 2026 pkl 07:00 WIB Sampai : 25 Januari 2026 pkl 07:00 WIB

Kondisi Sinoptik:

Ex Siklon Tropis Nokaen (16.0° LU 134.0° BT) di Laut Filipina Timur Laut Filipina dan Bibit Siklon Tropis 97S (12.5° LS 121.2° BT) di Samudra Hindia selatan NTT, memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 – 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 – 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Jawa, Samudra Hindia Selatan NTT, Samudra Pasifik utara Maluku.

– Area Perairan gelombang sedang (1.25 – 2.50 meter)

• Laut Jawa bagian tengah

• Laut Jawa bagian timur

• Selat Makassar bagian utara

• Selat Makassar bagian tengah

• Selat Makassar bagian selatan

• Laut Sulawesi bagian barat

• Laut Sulawesi bagian tengah

• Laut Sulawesi bagian timur

• Laut Bali

• Laut Sumbawa

• Laut Flores

• Teluk Bone

• Laut Banda

• Laut Seram

• Laut Arafuru bagian Utara

• Samudra Pasifik utara Papua Barat

• Samudra Pasifik utara Papua

• Selat Karimata bagian utara

• Selat Karimata bagian selatan

• Laut Jawa bagian barat

– Area Perairan Gelombang Tinggi (2.50 – 4.0 meter)*

• Laut Natuna Utara

• Samudra Hindia barat Kep. Nias

• Selat Malaka bagian utara

• Samudra Hindia barat Aceh

• Samudra Hindia barat Kep. Mentawai

• Samudra Hindia barat Bengkulu

• Samudra Hindia barat Lampung

• Samudra Hindia selatan Banten

• Samudra Hindia selatan Jawa Barat

• Samudra Hindia selatan Jawa Tengah

• Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta

• Samudra Hindia selatan Jawa Timur

• Samudra Hindia selatan Bali

• Samudra Hindia selatan NTB

• Laut Arafuru bagian barat

• Laut Arafuru bagian tengah

• Laut Arafuru bagian timur

• Samudra Pasifik utara Maluku

• Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya

• Laut Maluku

– Area Perairan Gelombang Sangat Tinggi (4.0 – 6.0 meter)

• Samudra Hindia selatan NTT

Himbauan BMKG

Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran:

•Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m),

•Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m),

•Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m),

•Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

(*/aka) 

Pos terkait