MANGGARAI, FN- Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menyampaikan apresiasi atas capaian seniman musik tradisional Manggarai, Felix Edon, yang berhasil meraih Anugerah Kebudayaan Republik Indonesia kategori Perintis atas dedikasinya mengembangkan musik tradisional Cakatinding.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada akhir tahun 2025 sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi Felix Edon dalam melestarikan dan mengembangkan musik tradisional berbahan dasar bambu khas Manggarai.
Bupati Hery Nabit menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas konsistensi Felix Edon dalam menjaga dan menghidupkan musik tradisional Manggarai, meskipun tidak termasuk dalam kategori musik populer di tengah arus industri musik modern.
“Terima kasih dan hormat atas kerja keras itu. Musik tradisional mungkin bukan musik yang digemari secara populer, tetapi Pa Felix setia menjaganya sampai akhirnya mendapat Anugerah Kebudayaan,” ujar Bupati saat menerima Felix Edon bersama anggota Sanggar Wela Rana di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Felix Edon juga secara resmi melaporkan capaian Anugerah Kebudayaan RI yang diterimanya kepada Bupati Manggarai.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah mengusulkan dirinya ke tingkat nasional.
“Penghargaan ini juga berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Karena itu kami datang menyampaikan terima kasih sekaligus berharap arahan untuk pengembangan pelestarian musik tradisional ke depan,” ujar Felix Edon.
Musisi yang telah aktif berkarya sejak tahun 1989 dan dikenal melalui berbagai karya lagu Pop Manggarai itu menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan musik tradisional Cakatinding melalui Sanggar Wela Rana.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Hery Nabit menilai penghargaan yang diraih Felix Edon bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Manggarai.
Menurutnya, keberadaan seniman seperti Felix Edon menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Penghargaan ini adalah dorongan tambahan. Orang Manggarai itu selalu menari dan menyanyi, dan musik adalah bagian penting dari kehidupan budaya kita. Pa Felix telah menjaga itu dengan sangat baik,” ungkapnya.
Bupati Manggarai juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai memiliki komitmen yang sama dalam pelestarian budaya, termasuk revitalisasi rumah adat dan penguatan kebudayaan lokal yang juga menjadi bagian dari program prioritas daerah.
Ia menambahkan bahwa keselarasan visi antara pemerintah daerah dan para pelaku budaya akan memperkuat upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Manggarai.
“Kita ada di jalur yang sama. Pemerintah ingin mempertahankan dan melestarikan budaya Manggarai. Kalau niatnya sudah sama, maka kita bisa bekerja sama lebih banyak lagi,” tegas Bupati.
Selain memberikan apresiasi kepada Felix Edon, Bupati juga mengapresiasi peran Sanggar Wela Rana yang dinilai aktif melibatkan berbagai kalangan, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga perguruan tinggi, termasuk kelompok difabel dalam kegiatan kesenian.
Menurutnya, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan seni dan budaya menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan daerah.
“Kalau ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh, ini bisa menjadi kekuatan besar dalam memajukan kebudayaan. Keterlibatan anak-anak, perempuan, dan teman-teman difabel sangat penting dalam ekosistem budaya,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Armin Bell, menjelaskan bahwa pencapaian Felix Edon merupakan bagian dari rangkaian keberhasilan pelestarian budaya Manggarai di tingkat nasional.
Ia menyebut bahwa sebelumnya alat musik Cakatinding telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2022.
Selain itu, makanan tradisional Sombu juga telah ditetapkan sebagai WBTB pada tahun 2025.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut menunjukkan konsistensi Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Tidak hanya Cakatinding yang diakui, tetapi juga kuliner dan berbagai tradisi lain yang terus kita dorong untuk mendapatkan pengakuan nasional,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap keberhasilan Felix Edon dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus kontribusi terhadap kebudayaan nasional.







