Ruteng, FokusNTT.com- Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Liang Bua, membuat surat terbuka kepada seluruh warga sepanjang ruas jalan Ruteng (Ibukota Kabupaten Manggarai) menuju Liang Bua, salah satu spot wisata di desa Liang Bua,Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.
Surat terbuka tersebut diunggah di dinding akun Facebook atas nama Bang Tigor I yang merupakan nama populer Ignasius Paur, Ketua Pokdarwis Liang Bua.
Bang Tigor I mengunggah surat tersebut pada Senin (8/6/2026) siang.
Dalam surat tersebut, Pokdarwis Liang Bua tidak merincikan alasan mengapa membuat surat terbuka tersebut. Namun perihal surat tersebut tertulis: Menjaga Kenyamanan dan Keamanan Wisatawan Menuju Destinasi Wisata Liang Bua.
Secara lengkap surat terbuka berupa himbauan tersebut sebagai berikut:
SURAT HIMBAUAN
Kepada Seluruh Masyarakat, Orang Tua, dan Pelajar di Sepanjang Jalur Ruteng – Liang Bua
Dengan hormat,
Dalam rangka mendukung pengembangan Destinasi Wisata Liang Bua sebagai salah satu destinasi unggulan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan warisan dunia, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga citra positif daerah kita.
Sehubungan dengan adanya laporan dari beberapa wisatawan mengenai perilaku kurang baik yang mereka alami selama perjalanan menuju Destinasi Wisata Liang Bua, khususnya di sepanjang jalur Ruteng – Liang Bua, terutama dari wilayah Ru’a hingga Damu, maka kami menyampaikan himbauan kepada seluruh masyarakat, orang tua, dan pelajar untuk lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya sikap ramah dan menghormati para tamu yang berkunjung.
Kami menghimbau agar:
1. Tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan wisatawan selama perjalanan menuju Liang Bua.
2. Tidak meminta uang, barang, atau bentuk pemberian lainnya secara paksa kepada wisatawan.
3. Tidak mengejek, meneriaki, menghalangi kendaraan, melempar benda, atau melakukan tindakan lain yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak aman bagi pengunjung.
4. Orang tua dan pihak sekolah diharapkan memberikan pembinaan kepada anak-anak agar memahami pentingnya menjaga nama baik daerah dan mendukung perkembangan pariwisata.
5. Masyarakat diharapkan turut mengawasi dan mengingatkan anak-anak agar menunjukkan perilaku yang sopan, santun, dan bertanggung jawab.
6. Menanamkan pemahaman bahwa setiap wisatawan yang datang merupakan tamu yang harus dihormati sesuai dengan nilai-nilai budaya Manggarai yang menjunjung tinggi keramahan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama.
Perlu kita sadari bersama bahwa citra suatu destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam dan budayanya, tetapi juga oleh perilaku masyarakat yang ditemui wisatawan selama perjalanan. Kesan yang baik akan membuat wisatawan merasa nyaman, ingin kembali berkunjung, serta turut mempromosikan daerah kita kepada dunia.
Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik, menjaga keamanan, kenyamanan, dan nama baik daerah demi kemajuan pariwisata serta kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang.
Demikian himbauan ini disampaikan. Atas perhatian dan kerja sama seluruh masyarakat, kami ucapkan terima kasih.
Liang Bua, Juni 2026
POKDARWIS LIANG BUA
Pengelola Destinasi Wisata Liang Bua
“Pariwisata yang maju lahir dari masyarakat yang ramah, budaya yang dihormati, dan lingkungan yang aman bagi setiap tamu yang datang.”
TERIMAKASIH DAN SALAM HORMAT.
Unggahan akun Bang Tigor I tersebut mendapat tanggapan dan komentar dari puluhan nitizen.
Sampai pukul 16.32 WITA, atau enam jam setelah diunggah, sudah lebih tanggapan dan komentar, serta dibagikan lebih dari 70-an kali.
Daerah wisata Liang Bua kini kian diminati wisatawan baik mancanegara maupun nusantara dan lokal.
Liang Bua kian menjadi spot wisata yang menarik, berkat kerja keras dari sekelompok pemuda desa Liang Bua melalui wadah Pokdarwis.
Semula Liang Bua hanya obyek wisata khusus untuk riset ilmu pengetahuan khususnya peminat arkeologi. Namun Pokdarwis Liang Bua mengubah ikon tersebut menjadi spot untuk umum.
Pokdarwis Liang Bua mengembangkan spot wisata arkeologi tersebut dengan beberapa spot maupun kegiatan tambahan seperti atraksi budaya, kuliner lokal dan tracking menikmati alam sekitar Liang Bua. Untuk menciptakan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung, Pokdarwis Liang Bua telah membangun gazebo di Liang Galang, sebuah gua yang bersebelahan dengan Liang Bua.
Sebelum menikmati keindahan daerah wisata Liang Bua, para pengunjung diterima secara adat di gazebo Liang Galang, sambil menikmati suguhan kuliner lokal Manggarai.
Saat diterima di gazebo rumah adat, para pengunjung baik laki-laki maupun perempuan mengenakan kain adat Manggarai.
Para wisatawan diterima dengan tata cara adat Manggarai yang Pokdarwis Liang Bua sebut: Curu le ruku- kapu le gauk-naka le adat yaitu sebuah wisdom orang Manggarai yang artinya disambut gembira dengan tata cara adat Manggarai. Ini adalah ritus penyambutan tamu yang diwariskan oleh leluhur orang Manggarai.
Penulis: aka
Editor: aka






