MANGGARAI, FN- Pemerintah Kabupaten Manggarai terus memperkuat langkah strategis dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Tahun 2026.
Upaya tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, di Ruang Kerja Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Fabianus Abu, unsur Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Inspektorat Daerah, pimpinan OPD, Kepala Perum Bulog Cabang Ruteng, Kepala BPS Kabupaten Manggarai, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Kehadiran lintas sektor tersebut menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Manggarai.
Dalam arahannya, Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan agenda strategis nasional yang harus direspons secara serius di tingkat daerah.
Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik.
“Inflasi ini mungkin tidak langsung terasa, tetapi jika terus meningkat akan berdampak pada daya beli masyarakat. Karena itu, kita harus bekerja bersama untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui koordinasi administratif, tetapi harus berbasis pada data produksi dan distribusi riil di lapangan.
Karena itu, pemerintah daerah didorong memanfaatkan teknologi dalam pemantauan harga secara real time agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan efektif.
Selain itu, Bupati dua periode tersebut juga mendorong optimalisasi potensi lokal, khususnya komoditas strategis seperti cabai, beras, dan hasil pertanian lainnya guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Fabianus Abu mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan pasar dan perlindungan terhadap peternak lokal.
Ia meminta agar kebijakan pemasukan komoditas dari luar daerah tidak sampai merugikan pelaku usaha dan peternak di Manggarai.
“Kita harus berhati-hati dalam mengatur pemasukan komoditas dari luar. Jangan sampai peternak lokal kita dirugikan. Potensi yang kita miliki harus kita optimalkan,” ujarnya.
Fabianus Abu juga mengusulkan pemanfaatan komoditas alternatif seperti daging kerbau sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga daging di pasaran.
Dalam rapat tersebut, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ruteng memastikan stok pangan strategis di wilayah Manggarai dalam kondisi aman.
Komoditas seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng tersedia dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Bulog juga terus melaksanakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta operasi pasar yang akan diintensifkan selama Ramadan hingga menjelang hari raya.
Pengawasan distribusi turut diperketat guna mencegah praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).
Sejumlah perangkat daerah juga melaporkan perkembangan harga dan ketersediaan komoditas di lapangan.
Dinas Perdagangan menyampaikan bahwa pemantauan harga harian terus dilakukan dan dilaporkan secara berkala ke pemerintah pusat.
Kenaikan harga cabai dilaporkan terjadi akibat keterbatasan pasokan dari luar daerah.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memantau 23 komoditas strategis serta membentuk satuan tugas pangan untuk menjaga stabilitas harga.
Dinas Peternakan melaporkan harga daging sapi berada di kisaran Rp125 ribu per kilogram, sedangkan harga daging babi mengalami penurunan.
Untuk komoditas telur, pasokan masih bergantung pada daerah lain.
Di sektor perikanan, harga ikan disebut cenderung fluktuatif akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan.
Dari unsur penegak hukum, jajaran Polres Manggarai menegaskan komitmennya dalam mengawasi distribusi bahan pokok serta menindak pelanggaran, termasuk praktik penjualan di atas HET.
Sementara itu, Inspektorat Daerah memastikan pelaporan inflasi dilakukan secara berkala melalui sistem nasional sebagai bagian dari pengendalian yang terintegrasi.
Kepala BPS Kabupaten Manggarai juga menegaskan bahwa data menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan pengendalian inflasi daerah.
Menutup rapat koordinasi, Bupati Hery Nabit kembali menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Kerja sama kita semua menjadi kunci. Kita pastikan masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga, terutama menjelang hari besar keagamaan,” tutupnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Manggarai akan melakukan pemantauan langsung ke pasar secara berkala serta memastikan intervensi kebijakan berjalan efektif.
Dengan langkah tersebut, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan hari raya dengan tenang dan sejahtera.







