MANGGARAI, FN- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan melalui Program Agroforestry Hetero di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 24/06/2026.
Program yang dijalankan melalui PLN Peduli ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Peluncuran program yang ditandai dengan penanaman perdana bibit tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai Paulus Jeramun, Camat Satar Mese Yohanes Paulus Jenahat, anggota Koramil 1612-07/Satar Mese Serda Zainal Abidin, Bhabinkamtibmas Desa Wewo Bripka Theodorus Angkat, Kepala Desa Wewo Laurensius Langgut, tokoh masyarakat, serta kelompok tani yang akan mengelola lahan program.
Melalui program ini, masyarakat mengelola lahan seluas sekitar 1,5 hektare dengan sistem agroforestry. Pada tahap awal ditanam 6.000 bibit kopi, 950 bibit durian varietas Black Thorn, 550 bibit mangga, dan 185 bibit alpukat. Jumlah bibit tersebut akan terus ditambah secara bertahap seiring pengembangan program.
Camat Satar Mese, Yohanes Paulus Jenahat, mengapresiasi inisiatif PLN yang dinilainya mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar wilayah pembangunan.
“Saya mengajak seluruh penerima manfaat untuk menjaga dan menjalankan program ini dengan baik. Ini merupakan investasi jangka panjang. Beberapa tahun ke depan manfaatnya akan semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujar Yohanes.
Ia berharap masyarakat dapat terus merawat dan mengembangkan program tersebut sehingga menjadi contoh keberhasilan yang mampu menginspirasi warga lain untuk berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan.
“Mewakili pemerintah, kami sangat mendukung program seperti ini dan berharap ke depan dapat berkembang ke sektor-sektor lain sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PLTP Ulumbu, Roya Ginting, mengatakan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak terlepas dari dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat setempat.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah membuka ruang kolaborasi dan bersedia bekerja sama dalam pelaksanaan program ini. Harapan kami bukan hanya proyek yang berjalan dengan baik, tetapi juga ekonomi masyarakat dapat tumbuh bersama kehadiran PLTP Ulumbu,” ungkap Roya.
Menurutnya, konsep agroforestry hetero tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Melalui pengelolaan lahan yang terintegrasi, program ini diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan tutupan vegetasi, serta menjadi contoh praktik pertanian berkelanjutan bagi desa-desa lain di sekitar kawasan pengembangan PLTP Ulumbu,” jelasnya.
Roya juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Wewo, khususnya kelompok tani dan kaum perempuan yang selama lebih dari satu bulan terakhir terlibat aktif membuka dan menyiapkan lahan seluas sekitar 1,5 hektare sebagai lokasi program.
“Semangat kebersamaan ini menjadi modal penting untuk mewujudkan keberhasilan program dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, menegaskan bahwa program Agroforestry Hetero merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berjalan selaras dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
“Melalui program Agroforestry Hetero, kami ingin mendorong pemanfaatan lahan secara produktif, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Manurung.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan energi panas bumi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami berharap program ini dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat Desa Wewo dan kawasan sekitar PLTP Ulumbu. Dengan kolaborasi yang baik antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat, manfaat pembangunan energi dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan,” tutup Manurung.







