MATARAM, FN- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mendorong keberlanjutan program bantuan jaringan air bersih di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Selain mendukung pembangunan dan perbaikan jaringan perpipaan, program ini diikuti pengujian aliran air ke rumah warga, pengerjaan jaringan secara gotong royong, serta pembentukan kelompok pengelola untuk memastikan layanan air bersih dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.
Di Desa Dadawea, pengujian aliran air menuju rumah warga mulai dilakukan seiring pengerjaan jaringan perpipaan.
Ketua Petugas Air Minum (PAM) Desa Dadawea, Adrianus Lako, mengatakan bantuan pipa dari PLN membantu memperluas akses masyarakat terhadap sumber air yang sebelumnya sulit dijangkau. Warga kini mulai beralih dari air hujan yang ditampung dalam bak-bak penampungan menuju pemanfaatan mata air secara langsung melalui jaringan perpipaan.
“Saya sangat mendukung program PLN ini, bahkan seluruh desa juga sangat mendukung. Sebelum ada bantuan ini, sarana air hanya berada di satu tempat. Dengan perpipaan ini, manfaatnya bisa menjangkau hampir seluruh desa,” ujar Adrianus.
Ia menambahkan, kelancaran pasokan listrik juga berpengaruh terhadap distribusi air karena sistem yang digunakan masyarakat bergantung pada tenaga listrik.
Ia berharap keandalan pasokan listrik semakin baik sehingga layanan air bersih dapat berjalan lebih optimal.
Pengerjaan jaringan juga berlangsung di Desa Tiwotoda. Warga bersama petugas air bersih melakukan penggalian jalur, pemasangan dan penanaman pipa, serta penyambungan jaringan menuju bak penampung ketiga di Hobotoda.
Pekerjaan tersebut melibatkan masyarakat dari Dusun Hobotoda 1 dan Hobotoda 2 bersama petugas air bersih desa. Kepala Desa Tiwotoda, Egi, menjelaskan bahwa bantuan perpipaan beserta aksesori pendukungnya diperlukan untuk mengatasi jaringan lama yang mengalami kebocoran dan kerusakan, sehingga banyak air terbuang sebelum sampai ke warga.
“Selama ini kami kekurangan air, terutama saat musim kemarau. Banyak warga yang mengantisipasi dengan membeli air tangki, sementara pipa lama sudah banyak yang bocor dan keropos. Dengan bantuan perpipaan dari PLN, kami berharap kebutuhan air bersih sekitar 400 KK di desa ini dapat terbantu,” kata Egi. Seorang warga yang ikut menggali jalur pipa turut menyampaikan terima kasih karena jaringan baru diharapkan membuat sumber air lebih dekat dan mudah dimanfaatkan masyarakat.
Selain pengerjaan fisik, PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama pemerintah setempat juga mendorong kesiapan kelembagaan untuk mengelola sarana air bersih. Di Kelurahan Mataloko, telah diterbitkan keputusan lurah mengenai pembentukan Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS). Di Desa Dadawea, pemerintah desa juga menetapkan petugas air minum untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Desa Radabata membentuk kelompok pengelola sarana penyediaan air minum dan sanitasi, Desa Wogo menetapkan tim pengelola air minum untuk tahun anggaran 2026, dan Desa Ulubelu menetapkan kepengurusan pengelolaan air bersih tingkat desa.
Kelompok dan petugas pengelola tersebut memiliki tanggung jawab menjaga operasional layanan, memeriksa serta memelihara jaringan dan bak penampung, memastikan kebersihan sarana, menangani pengaduan warga, serta mengatur administrasi dan iuran sesuai ketentuan yang ditetapkan masing-masing wilayah.
Di Desa Tiwotoda, petugas air minum juga telah ditugaskan untuk melayani Dusun Bogodho, Hobotoda 1, dan Hobotoda 2. Selain itu, pengecatan bak penampung pertama di Tolokera melalui program PLN Peduli turut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi fasilitas air bersih.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan bahwa keberhasilan program air bersih turut ditentukan oleh keterlibatan masyarakat dalam pengerjaan, pengelolaan, dan pemeliharaan fasilitas.
Menurutnya, sinergi dengan pemerintah desa dan kelurahan diperlukan agar infrastruktur yang dibangun dapat menjawab kebutuhan warga dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Penyediaan infrastruktur air bersih harus diikuti dengan upaya memastikan fasilitas tersebut dapat berfungsi dan dikelola secara berkelanjutan. Kami mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat serta dukungan pemerintah setempat dalam pengerjaan jaringan dan pembentukan pengelola. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjawab kebutuhan air bersih dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Manurung.
PT PLN (Persero) UIP Nusra berharap program bantuan perpipaan air bersih dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan ketenagalistrikan.
Keterlibatan aktif warga dalam menjaga jaringan dan fasilitas pendukung menjadi bagian penting agar akses air bersih tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.







