Yayasan Lamrestan Lakukan DKJPS dan Beri Bantuan Anak PAUD di Kecamatan Cibal

Salah kegiatan Yayasan Lamrestan di Desa Pinggang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

MANGGARAI, FokusNTT.com – Yayasan Alam Flores Berkelanjutan (Lamrestan) pada Sabtu (24/10/2026) melakukan kegiatan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) sekaligus memberi bantuan bagi anak PAUD di Desa Pinggang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Yayasan Lamrestan untuk pemulihan pasca-trauma akibat gempa bumi Flores magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu dan rangkaian gempa susulan berikutnya.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), rangkaian gempa susulan masih berlangsung lebih dari dua bulan setelah gempa utama. BMKG mencatat lebih dari 22.300 gempa susulan hingga 19 Oktober 2026, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

Pemerintah Kabupaten Manggarai mencatat dampak yang cukup parah di wilayah ini. Pada data awal pukul 19.00 WITA tanggal 15 Agustus 2026, Kecamatan Cibal dilaporkan 1 orang meninggal dunia.

Data yang dirilis Media Center Posko Tanggap Darurat Pemkab Manggarai per Minggu (23/8/2026) kemudian memperbarui, total korban meninggal di Kabupaten Manggarai menjadi 37 orang, dengan rincian Kecamatan Cibal: 4 orang, yakni Desa Riung 2 orang, Desa Bea Mese 1 orang, dan Desa Ladur 1 orang. Seluruh korban di Cibal meninggal akibat tertimpa bangunan di rumah.

Kegiatan DKJPS melibatkan beberapa relawan dari Unit Kegiatan Mahasiswa STIPAS St. Sirilus Ruteng dan beberapa mahasiswa dari Unika St. Paulus Ruteng.

Ketua Yayasan Lamrestan, Alex Apri Kulas dan Sekretaris Yayasan, Sebastian Hanu turut mendampingi para relawan sekaligus memberi bantuan bagi anak-anak PAUD di Desa Pinggang.

Ketua Yayasan Lamrestan, Alex Apri Kulas mengatakan, dukungan kegiatan yang diberikan khusus menyasar komunitas anak-anak, khususnya PAUD agar mereka bisa bermain lagi seperti semula sebelum terjadi gempa bumi dahsyat tersebut.

“Sangat penting yang dilakukan adalah kelompok bermain anak yang terhimpun dalam satuan PAUD bisa bermain, melakukan kegiatan keagamaan, dan memberi mereka ruang cerita yang aman,” ungkap Apri.

Untuk mendukung kegiatan DKJPS, pihak Yayasan Lamrestan memberikan bantuan berupa alat peraga permainan anak, makanan ringan, susu dan telur.

Salah satu tokoh pemuda Desa Pinggang, Valerius Isnoho ikut mendampingi kegiatan tersebut. Valerius yang juga kepala desa terpilih Desa Pinggang menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Yayasan Lamrestan.

PAUD di Desa Pinggang merupakan PAUD milik pemerintah desa setempat yang operasionalnya dibiayai dari APBDes. Jumlah peserta didik PAUD Desa Pinggang lebih dari 50 orang dengan jumlah pendidik sebanyak 4 orang.

Menurut Isnoho, seharusnya jumlah anak PAUD di desa Pinggang tidak hanya itu, karena belum terdata semuanya.

Penyelenggaraan kegiatan PAUD dilaksanakan di rumah warga di dua dusun yang berbeda. Satu kelompok yang terdiri 25 anak dilaksanakan di Dusun Lengor, sedangkan 28 anak di Dusun Pinggang dan Golo Weru.

Kegiatan DKJPS berlangsung selama dua jam. (*)

Pos terkait