Wilayah Selatan Indonesia Masih Puncak Musim Hujan dan Monsun Asia 

Ruteng, FokudNTT.com- Beberapa wilayah di Indonesia khususnya bagian selatan, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami hujan ditambah udara dingin.

Demikian informasi BMKG melalui aplikasi facebook pada Jumat (23/1/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

Ditambahkan, pasokan awan hujan dari Samudra Hindia yang masih banyak dan diprakiraan terus bergerak masuk ke daratan yang bergerak ke timur khususnya wilayah yang akan terdampak potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang ialah :

– Sumatera Selatan

– Lampung

– Laut Jawa bagian barat – timur

– Banten

– DKI jakarta

– Jawa Barat

– Jawa Tengah

Jika terus meluas akan melintas ke wilayah:

– DIY yogyakarta

– Jawa Timur

– Bali

– Nusa Tenggara Barat.

Bibit Siklon Menjauhi Indonesia

Berdasarkan informasi pada Kamis (22/1) pukul 09.11 WIB, bibit siklon tropis 91S terpantau cukup dekat dengan pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, bergerak ke arah timur – tenggara menjauhi Indonesia dan melintasi Australia Utara bagian barat.

Wilayah potensi hujan lebat sangat lebat :

– Nusa Tenggara Barat

Wilayah potensi hujan sedang hingga lebat :

– Jawa Timur

– Bali

– Nusa Tenggara Timur

Wilayah potensi angin kencang :

– Bali

– Nusa Tenggara Barat

– Nusa Tenggara Timur yaitu Pulau Sumba

Masih berdasarkan informasi BMKG yang diupdate pada Kamis kemarin, bibit siklon tropis 91S yang berkembang di Samudra Hindia, selatan Nusa Tenggara Barat, berpotensi mengguat dan menjadi badai siklon tropis dalam 2 hari kedepan (sampai Sabtu, 24/2) dan bergerak ke arah tenggara melintasi Australia Utara bagian barat.

BMKG ingatkan, waspada dampak langsung terhadap cuaca untuk wilayah tengah Indonesia berupa hujan sedang hingga lebat bahkan sangat lebat yang dapat di sertai petir dan angin kencang di wilayah :

– Busa Tenggara Barat

– Nusa Tenggara Timur.

Siklon Tropis “Luana”

Masih berdasarkan informasi pada Kamis (22/1) bibit Siklon 91S saat ini terus mengalami penguatan dan diperkirakan pada hari ini (Jumat, 23/1) berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.

Jika telah mencapai intensitas yang ditetapkan, sistem ini akan diberi nama Luana. Nama tersebut telah dipublikasikan oleh TCWC Australia dalam daftar nama siklon tropis untuk periode 2025 hingga 2026.

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat sistem tercatat mencapai sekitar 55 km/jam dengan tekanan udara minimum 1000 hPa. Posisi mata invest berada kurang lebih 357 km barat daya Tambolaka, Nusa Tenggara Timur, dan bergerak menjauhi Indonesia menuju Australia.

Penguatan bibit siklon ini dipasok oleh massa udara yang sangat berlimpah, didukung oleh aktifnya angin monsun utara serta aliran angin dari Australia. Kombinasi faktor-faktor tersebut semakin memupuk energi sistem ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat.

Masyarakat di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara diimbau untuk waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem. Dampak tidak langsung yang mungkin terjadi antara lain peningkatan kecepatan angin, hujan lebat, serta gelombang laut tinggi di perairan sekitar.

(*/aka) 

Pos terkait