RUTENG, FokusNTT.com– Pascagempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, Bank NTT memastikan komitmennya untuk tetap melayani nasabah meski ditengah keterbatasan.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyampaikan bahwa sejumlah kantor Bank NTT mengalami kerusakan. Namun pelayanan tidak berhenti.
“Kami sempat tersendat di awal karena kantor rusak dan jaringan komunikasi terganggu. Tapi kami berusaha sekuat tenaga agar pelayanan tetap berjalan,” ujar Charlie Paulus kepada wartawan di Ruteng, Jumat (24/8/2026) siang.
Untuk diketahui, gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8) lalu telah menyebabkan sejumlah bangunan di beberapa wilayah kabupaten di pulau Flores mengalami kerusakan berat.
Kabupaten Manggarai adalah salah satu wilayah terdampak paling parah. Ribuan bangunan baik rumah warga, bangunan usaha swasta maupun bangunan milik pemerintah mengalami kerusakan, mulai kerusakan ringan, sedang dan berat.
Kerusakan juga dialami pihak Bank NTT, dimana sejumlah kantor cabang, Kantor cabang pembantu maupun kantor kas fungsional mengalami kerusakan bahkan ada yang mengalami kerusakan berat.
Diantaranya yang mengalami kerusakan diantaranya adalah kantor Bank NTT Cabang Ruteng, kantor Bank NTT Cabang pembantu (KCP) Reok, dan kantor kas fungsional RSUD Ruteng.
Kerusakan pada kantor Bank NTT Cabang Ruteng dan KCP Reok membuat aktivitas pelayanan dialihkan ke tempat lain.
Seperti yang terjadi di kantor Bank NTT Cabang Ruteng, hampir sebagian pelayanan dipindahkan ke gedung olahraga (GOR) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai.
Hal yang sama juga terjadi di kantor kas fungsional RSUD Ruteng.
“Seperti di Kantor Kas Fungsional RSUD Ruteng yang rusak berat, kami tetap buka dan melayani nasabah dari tenda darurat,” ujar Charlie.
Kantor kas fungsional RSUD Ruteng tetap melayani nasabah bank NTT di tenda darurat, menyusul kerusakan berat yang terjadi di gedung RSUD Ruteng.
Terhadap situasi tersebut, Charlie menyampaikan permohonan maaf dan minta pengertian dari para nasabah bank milik Pemerintah Provinsi NTT.
“Kalau mau dibilang sempurna seperti sebelum bencana, tentu tidak. Pasti ada kekurangan. Terutama gangguan internet yang kadang macet. Ini di luar kemampuan kami. Untuk itu kami minta maaf dan mohon pengertiannya,” jelasnya.
Namun Charlie berjanji, pihak Bank NTT tetap akan memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah.
Bantuan dan Pemulihan Berjalan
Selain menjaga layanan, Bank NTT telah menyalurkan bantuan tanggap darurat dan ada tahap pertama berupa sembako. Penyalurannya dilakukan langsung, melalui Posko Bank NTT, Pemda, hingga LSM dan organisasi kemasyarakatan.
Untuk tahap kedua, lanjut Charlie, fokus Bank NTT adalah pemulihan fasilitas publik.
“Setelah ini kami akan fokus membantu objek-objek yang rusak seperti sekolah dan rumah ibadah,” kata Charlie.
Terkait kantor yang rusak, Bank NTT saat ini melakukan pendataan. Untuk kantor rusak ringan akan segera diperbaiki. Sementara untuk kantor rusak berat seperti Kantor Cabang Ruteng, akan disewakan tempat sementara selama 1-1,5 tahun sambil menunggu perbaikan.
Tentang perbaikan kantor Bank NTT Cabang Ruteng, telah turun tim inventaris untuk mengecek apakah terjadi kerusakan pada struktur bangunan. “Jika terjadi kerusakan struktur bangunan maka akan dibangun baru,” tambah Charlie.
Relaksasi Kredit falam Tahap Pendataan
Menanggapi rencana relaksasi kredit dari Menteri Keuangan, Charlie mengatakan hal tersebut masih dikaji Tim Kredit Kantor Pusat.
Charlie menjelaskan, pihaknya sedang mempelajari skemanya. “Sekarang lagi dipelajari oleh Tim Kredit dari kantor pusat. Kemarin saya juga diskusi lama. Bentuknya mungkin perpanjangan jangka waktu pembayaran dan sebagainya. Saat ini masih dalam pendataan. Mudah-mudahan dalam 1 bulan ke depan sudah selesai dan bisa kami sampaikan kepada debitur,” tutupnya. (aka)







