RUTENG, FokusNTT.com– Jumlah pengungsi kategori rentan di Kabupaten Manggarai, NTT, mencapai 5.287 orang. Data ini dihimpun Relawan PMI Posko Tanggap Darurat Bencana Pemkab Manggarai per Minggu (23/8/2026).
Kelompok rentan tersebut merupakan bagian dari total 46.519 jiwa pengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
Rincian Kelompok Rentan
Dari 5.287 pengungsi rentan, rinciannya adalah:
1. Anak-anak: 1.771 orang
2. Balita: 1.636 orang
3. Lanjut Usia/Lansia: 878 orang
4. Ibu Menyusui: 699 orang
5. Ibu Hamil: 169 orang
6. Penyandang Disabilitas*l: 134 orang
Hingga saat ini belum diperoleh rincian penyebaran per kecamatan. Namun, di Kabupaten Manggarai telah berdiri 136 titik posko aktif yang tersebar di 12 kecamatan terdampak gempa.
Kemen PPPA Salurkan Bantuan Khusus 46,6 Ton
Untuk memenuhi kebutuhan kelompok rentan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama mitra pembangunan menyalurkan bantuan khusus pada Minggu (23/8).
Bantuan seberat 46,6 ton ini diserahkan secara simbolis oleh Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi kepada Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati, yang didampingi Tenaga Ahli Kepala BNPB Mayjen (Purn) Sun Suripto.
“Pemerintah bergerak cepat sejak hari pertama pascabencana. Namun, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, butuh kolaborasi dan sinergi yang solid serta efektif,” kata Menteri PPPA.
Jenis bantuan yang disalurkan meliputi:
1. Kebutuhan Dasar: Nutrisi balita dan anak, air minum kemasan, makanan olahan, dan logistik siap saji.
2. Sanitasi & Kesehatan: Popok bayi, pembalut, sabun, pasta dan sikat gigi, serta losion anti-nyamuk.
3. Non-Makanan: Pakaian anak dan dewasa, mukena, abaya, handuk, selimut, sarung, serta buku edukasi psikososial berupa buku cerita dan mewarnai.
Sebelum penyaluran, Kemen PPPA bersama Dinas P3A Provinsi dan 7 kabupaten terdampak di NTT telah melakukan rapat koordinasi dan pemetaan kebutuhan mendesak. Hasilnya kemudian ditindaklanjuti bersama mitra pembangunan.
BNPB Perkuat Distribusi
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan BNPB terus berkoordinasi intensif dengan Pos Pendukung Logistik di Labuan Bajo dan Maumere, Kemen PPPA, serta otoritas terkait.
Tujuannya memastikan pengelolaan dan pendistribusian bantuan berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.
“Sinergi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan sektor swasta ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus memastikan perlindungan serta pemenuhan hak kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak di NTT, selama masa pemulihan,” ungkap Berton. (*/aka)







