MANGGARAI, FN- Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Dialog Kebudayaan dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang digelar di Kota Serang, Provinsi Banten, Minggu, 08/02/2016.
Kehadiran Bupati Manggarai dalam forum nasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan identitas budaya Manggarai di tingkat nasional.
Dalam kegiatan itu, Hery Nabit tampil mengenakan pakaian adat Manggarai bernuansa motif Todo-Manggarai yang mencerminkan kekayaan nilai, filosofi, dan identitas budaya masyarakat Manggarai yang terus dijaga dan diwariskan secara turun-temurun.
Busana adat yang dikenakan tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan warisan budaya daerah di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.
Dialog Kebudayaan HPN 2026 menjadi salah satu agenda strategis yang mempertemukan kepala daerah, insan pers, pelaku budaya, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk membahas penguatan peran kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.
Sebelum dialog dimulai, Hery Nabit menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi merupakan identitas dan kekuatan hidup masyarakat.
“Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi merupakan identitas dan kekuatan hidup masyarakat. Ketika budaya dirawat dan dikembangkan secara konsisten, ia akan menjadi energi sosial dan ekonomi yang mendorong kesejahteraan daerah,” ujar Hery Nabit.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manggarai terus berupaya menjadikan kebudayaan sebagai bagian integral dalam setiap proses pembangunan dengan melibatkan masyarakat adat, pelaku budaya, dan insan pers sebagai mitra strategis.
Menurut dia, pembangunan yang berakar pada budaya lokal akan memperkuat jati diri masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Selain itu, Hery Nabit juga menyoroti pentingnya peran insan pers dalam merawat dan menyebarluaskan narasi kebudayaan melalui pemberitaan yang edukatif dan berimbang.“Peran pers sangat penting dalam merawat narasi kebudayaan.
Melalui pemberitaan yang edukatif dan berimbang, pers membantu menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal secara luas, tidak hanya di daerah tetapi juga di tingkat nasional,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media menjadi kunci dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas bangsa di tengah tantangan globalisasi.
Rangkaian Hari Pers Nasional Tahun 2026 di Provinsi Banten sendiri diisi dengan berbagai agenda, mulai dari dialog tematik, seminar, pameran, hingga kegiatan kebudayaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Kehadiran Bupati Manggarai dalam kegiatan tersebut juga menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Manggarai terhadap kemerdekaan pers serta penguatan kebudayaan sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.***







