MANGGARAI, FN- Upaya mendorong kesetaraan gender serta penguatan kepemimpinan anak perempuan melalui olahraga kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Kompetisi Sepak Bola Anak Perempuan di Kabupaten Manggarai.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Girls Football 3.0 yang dilaksanakan oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama mitra implementasi Yayasan Rumah Solusi BETA Indonesia (RSBI)-NTT, dengan dukungan Adidas Foundation.
Program Girls Football 3.0 bertujuan menciptakan ruang yang setara bagi anak perempuan untuk mengakses olahraga sepak bola, memperkuat kepemimpinan mereka, serta melawan diskriminasi berbasis gender dan usia selama periode 2025 hingga 2028 di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kompetisi tersebut melibatkan enam sekolah tingkat SMP dengan total 145 peserta yang terdiri dari anak perempuan dan laki-laki sebagai pemain maupun pendidik sebaya.
Mereka didampingi oleh pelatih, guru pendamping, relawan, tenaga kesehatan, wasit, hingga perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut, khususnya Plan Indonesia, RSBI, serta berbagai pihak terkait lainnya.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pembinaan anak melalui olahraga yang dilakukan secara konsisten dan berkualitas.
“Kompetisi sepak bola anak perempuan ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menyampaikan isu-isu penting terkait anak perempuan, seperti pencegahan kekerasan seksual, perundungan, kesehatan mental, perlindungan anak, dan kepemimpinan anak perempuan,” ujar Bupati Hery Nabit.
Ia menilai pendekatan melalui kegiatan olahraga dan kompetisi menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada anak-anak.
“Melalui kegiatan yang menyenangkan seperti pertandingan dan kompetisi, pesan-pesan penting dapat disampaikan secara sederhana namun efektif. Sosialisasi yang dilakukan secara berulang akan membantu membentuk kesadaran dan karakter anak-anak sejak dini,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai meyakini bahwa pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta memiliki karakter positif.
Pemerintah daerah juga berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari penyelenggaraan kompetisi sepak bola anak perempuan yang berkelanjutan di masa mendatang.
Sementara itu, Coordinator Project Manggarai, Dendy Manu, menjelaskan bahwa Girls Football 3.0 tidak hanya berfokus pada sepak bola, tetapi juga memberikan edukasi kepada anak-anak, orang tua, guru, pelatih, hingga asosiasi sepak bola terkait kesetaraan gender, perlindungan anak, dan penguatan kepemimpinan anak perempuan.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah daerah, ASKAB, PSSI, dan para mitra yang terlibat.
“Kompetisi ini menjadi ruang membangun solidaritas, meningkatkan kemampuan pemain, sekaligus menjadi media kampanye kesetaraan gender bagi seluruh komponen masyarakat,” katanya.
Project Manager Yayasan Rumah Solusi BETA Indonesia (RSBI), Renya Kabu Mau, turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai atas dukungan dan keterbukaan yang memungkinkan kegiatan tersebut dapat terlaksana.
Menurutnya, RSBI merupakan organisasi yang fokus pada isu pendidikan, kesetaraan gender, dan perubahan iklim serta telah bermitra dengan Plan Indonesia dalam pelaksanaan Girls Football yang kini memasuki fase ketiga.
“Melalui sepak bola, kami mengadvokasi kesetaraan gender, perlindungan anak, dan pendekatan anti-diskriminasi. Hari ini kami ingin menunjukkan bahwa anak perempuan juga berani, kuat, dan tidak takut dengan bola,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada Juli 2025 di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Girls Football 3.0 telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi program, pembentukan 19 tim sepak bola dan 95 pendidik sebaya di sekolah, pelatihan pelatih dan guru, hingga pelaksanaan youth camp.
Tingginya antusiasme peserta serta meningkatnya pemahaman terhadap isu gender menjadi dasar diselenggarakannya kompetisi ini sebagai ruang profesional bagi anak-anak untuk mengembangkan kapasitas dan potensi diri.
Selain pertandingan sepak bola, kompetisi juga diisi dengan kampanye edukatif terkait hak dan tanggung jawab anak, kesetaraan gender, kepemimpinan, pencegahan kekerasan seksual, serta nilai inklusivitas.
Pesan-pesan kampanye tersebut disampaikan secara kreatif oleh para pendidik sebaya melalui interaksi langsung dengan penonton di sela pertandingan.
Girls Football 3.0 sendiri merupakan program yang mengusung semangat “Tendang, Pimpin, dan Perjuangkan Kesetaraan! Berani Bermain, Siap Memimpin, Sampai Semua Setara!”
Program ini dilaksanakan di 14 SMP di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan lima SMP di Kabupaten Manggarai dengan tujuan memperkuat kepemimpinan dan kapasitas anak perempuan dalam melawan diskriminasi berbasis gender dan usia, sekaligus mencegah perilaku berisiko di kalangan remaja.







