Pemkab Minta Mendiktisaintek, Bantu Mahasiswa Manggarai di Luar NTT Terdampak Gempa

Bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Flores dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi RI yang diserahkan di kampus Unika St. Paulus Ruteng pada Rabu (26/8). Pada foto, Rektor Unika St. Paulus Ruteng Dr. RD. Manfred Habur (kanan), Mendiktisaintek, Brian Yuliarto (kedua dari kanan) dan Bupati Manggarai, Hery Nabit (kedua dari kiri)

RUTENG, FokusNTT.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk memberikan perhatian kepada mahasiswa asal Manggarai yang berkuliah di luar Nusa Tenggara Timur (NTT) yang orangtuanya terdampak gempa bumi Flores.

Permintaan itu disampaikan Bupati Herybertus dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan civitas akademika Unika St. Paulus Ruteng di tenda darurat lapangan sepakbola kampus tersebut, Rabu (26/8/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, hadir mahasiswa dari sejumlah kampus se daratan Flores. Pertemuan itu digelar menyusul gempa bumi magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.

Gempa bumi dahsyat tersebut  mengakibatkan sejumlah gedung kampus se daratan Flores mengalami kerusakan parah.

Terdampak paling parah adalah sejumlah bangunan kampus Unika St. Paulus Ruteng, termasuk asramanya. Dua gedung berlantai 6 dilaporkan rusak. Berdasarkan pemeriksaan tim teknis, terdapat 60 titik kerusakan dan 30 titik di antaranya rusak berat.

Menurut Bupati Herybertus, pasca gempa, banyak orangtua mahasiswa yang tinggal di Manggarai dihadapkan pada pilihan sulit antara memperbaiki rumah yang rusak atau tetap membiayai kuliah anaknya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Brian Yuliarto menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti usulan Bupati Manggarai.

“Tadi Pak Bupati (maksudnya Bupati Manggarai, Hery Nabit) juga mengusulkan, keluarga-keluarga yang terdampak bencana (gempa bumi Flores) di sini, yang anaknya berkuliah di luar NTT, itu juga diminta untuk kita bantu (terkait biaya perkuliahannya)” ujar Mendiktisaintek, Brian Yuliarto. Mendiktisaintek pun minta Bupati Manggarai Hery Nabit untuk memberikan datanya. “Nanti kami mohon diberikan data-datanya,” tambah Mendiktisaintek Brian Yuliarto ditujukan kepada Bupati Hery Nabit.

Mendiktisaintek mengklaim, untuk hal yang disampaikan Bupati Manggarai, sudah dibicarakan dengan para rektor di luar NTT. “Kami sudah bicarakan dengan para rektor. Insya Allah rektor-rektor sudah bersedia, kami juga dari pihak Kemdiktisaintek tentu akan melakukan dukungan,” ujar Menteri Brian.

Sebelumnya, Menteri Brian menyampaikan belasungkawa atas musibah gempa Flores dan menegaskan kehadirannya di Ruteng untuk mengkonsolidasikan data agar program bantuan tepat sasaran.

“Kehadiran kita di sini untuk mengkonsolidasikan, melihat data-data, sehingga nantinya berbagai program yang akan kita jalankan itu lebih sesuai dengan kebutuhan yang ada,” kata Brian.

Ia juga menyampaikan Kemdiktisaintek akan memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi mahasiswa terdampak, dengan kemungkinan perpanjangan satu semester lagi jika dibutuhkan. Berdasarkan data yang masuk ke kementerian, tercatat ada 5.000 mahasiswa se-daratan Flores yang terdampak.

Menteri Brian berpesan agar pendataan kebutuhan dilakukan dengan baik dengan mengacu pada data BNPB, pemerintah kabupaten, dan pimpinan perguruan tinggi, agar bantuan tidak salah sasaran.

“Sering kita terburu-buru, akhirnya yang benar-benar dibutuhkan A, tetapi kita membawa B. Ini yang jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi gerak cepat Dirjen Dikti dan kampus-kampus di NTT, khususnya Rektor Unika St. Paulus Ruteng yang telah menyediakan fasilitas darurat, serta meminta seluruh relawan dan civitas akademika untuk menjaga kondusivitas, termasuk bijak dalam bermedia sosial.

Laporan: tania k

Editor: aka

Pos terkait