MANGGARAI, FokusNTT.com- Jumlah pengungsi terdampak gempa bumi Flores kategori rentan di kabupaten Manggarai sudah mencapai 6.327 jiwa yang tersebar di 80 titik pengungsi terdata.
Demikian Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit kepada wartawan di Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai, Selasa (25/8/2026) sore.
Dibanding dengan data sebelumnya seperti diberitakan media ini per Minggu (23/8/2026), jumlah pengungsi kategori rentan di Kabupaten Manggarai sebanyak 5.287 jiwa.
Bupati Hery Nabit mengatakan, pendataan pengungsi kategori rentan oleh Pemkab Manggarai, saat ini telah masuk tahap pendataan mikro.
Disampaikan, dari 80 posko yang terdata , tercatat sebanyak 6.317 jiwa pengungsi kelompok atau kategori rentan.
Adapun pengungsi kategori rentan terdiri atas 6 kelompok yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak-anak, lansia, dan disabilitas. “Termasuk di dalamnya penyandang gangguan jiwa,” ujar Bupati Hery Nabit.
Dia jelaskan, data ini akan menjadi dasar kerja sama Pemkab dengan organisasi non-pemerintah. “Hal ini juga menjadi atensi Menteri PPPA yang berkunjung pagi tadi, dan Komisi VIII DPR RI yang berkunjung sehari sebelumnya,” tambahnya.
Jumlah pengungsi kategori rentan tersebut adalah bagian dari pengungsi terdampak gempa bumi Flores di kabupaten Manggarai yang mencapai 50.556 jiwa.
Puluhan ribu pengungsi tersebut, imbuh dia, tinggal di 80 posko yang terdata dan terhubung langsung dengan Posko Penanganan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai. “Angka ini masih dinamis mengingat potensi gempa susulan. BNPB memprediksi gempa susulan masih akan terjadi 3-4 pekan ke depan,” tambahnya.
Bupati Hery Nabit juga menjelaskan, korban meninggal akibat gempa bumi Flores di kabupaten Manggarai sebanyak 41 orang. “Rinciannya, 22 orang meninggal saat terjadinya gempa (Sabtu, 15/8), dan 19 orang meninggal dalam beberapa hari berikutnya saat perawatan,” jelasnya.
Menurut Bupati Hery, adanya korban meninggal dunia pascagempa karena sebagian warga terdampak, memilih dirawat di rumah karena khawatir dengan kondisi Puskesmas dan RSUD Ruteng mengalami rusak parah. “Sebanyak 23 dari 25 Puskesmas dan RSUD Ruteng yang rusak parah saat terjadi gempa,” ungkap Bupati Hery Nabit.
Korban gempa bumi yang Luka, lanjut Bupati Hery,ada 58 luka berat, 494 luka ringan. “Para korban dirawat di rumah, fasilitas kesehatan, dan 80 posko pengungsian,” ungkapnya. (aka)







