Taruni Utusan BPN NTT Raih Lulusan Terbaik Wisuda Perdana Politeknik Agraria STPN

YOGYAKARTA, FN- Prestasi membanggakan ditorehkan Susana Nadia Putri Betan, taruni tugas belajar utusan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia berhasil meraih predikat lulusan terbaik pada Wisuda Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan Tahun Akademik 2025/2026 Politeknik Agraria STPN.

Bacaan Lainnya

Putri Betan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Prestasi tersebut menempatkannya sebagai lulusan dengan capaian akademik tertinggi dalam wisuda perdana setelah Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN.

Wisuda digelar di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).

Sebanyak 568 Taruna/i Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan resmi diwisuda dalam momentum tersebut.

Predikat lulusan terbaik yang diraih Putri Betan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kanwil BPN Provinsi NTT. Sebagai taruni tugas belajar, capaian tersebut menunjukkan keberhasilan dalam menjalani proses pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang agraria dan pertanahan.

Dalam wisuda tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, turut menyampaikan pesan kepada seluruh lulusan agar menjadikan integritas sebagai prinsip utama dalam menjalankan tugas.

Nusron mengingatkan bahwa pekerjaan di bidang pertanahan berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat, mulai dari tempat tinggal, mata pencaharian, investasi, pembangunan hingga masa depan keluarga.

“Di mana pun Saudara bekerja, integritas harus dijaga. Saudara akan berhadapan dengan tanah yang menyangkut kehidupan masyarakat, tempat tinggal, mata pencaharian, investasi, pembangunan, bahkan masa depan keluarga. Karena itu, pekerjaan di bidang pertanahan dan agraria membutuhkan tanggung jawab moral yang sangat besar,” ujar Nusron.

Pesan tersebut menjadi penting bagi para lulusan yang nantinya akan berkiprah di bidang agraria, pertanahan dan tata ruang, termasuk Putri Betan yang merupakan utusan Kanwil BPN Provinsi NTT.

Selain Putri Betan, dua taruni lainnya juga meraih predikat lulusan terbaik. Novita Ayu Kustianingsih, taruni tugas belajar utusan Kanwil BPN Provinsi Riau, meraih IPK 3,91. Sementara Ni Luh Putu Ananda Pertiwi, taruni tugas belajar utusan Kanwil BPN Provinsi Lampung, meraih IPK 3,90.

Ketiga lulusan tersebut menjadi peraih predikat terbaik dalam wisuda perdana Politeknik Agraria STPN.

Menteri Nusron mengatakan, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami persoalan pertanahan secara utuh, menguasai teknologi dan mampu bekerja secara profesional.

“Kita membutuhkan SDM yang memahami persoalan pertanahan secara utuh, menguasai teknologi, mampu bekerja secara profesional, dan yang paling penting, memiliki integritas,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, kelulusan merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan dan perjuangan selama menempuh pendidikan.

Ia berharap seluruh lulusan mampu mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Kelulusan hari ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan perjuangan yang telah dilalui selama menempuh pendidikan. Kami berharap para lulusan dapat membawa ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” tutur Sri Yanti.

Wisuda tersebut juga menjadi momentum penting bagi Politeknik Agraria STPN setelah bertransformasi dari STPN menjadi institusi pendidikan vokasi. Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pendidikan dan menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten untuk menjawab berbagai tantangan di sektor agraria, pertanahan dan tata ruang.

Prosesi wisuda ditandai dengan penyerahan ijazah oleh Menteri Nusron Wahid dan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, kepada para lulusan. Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan atribut serta penyerahan Kartu Anggota Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi (KAPTI) Agraria.

Pos terkait