BMKG: Fenomena di Mando Sawu Manggarai Timur adalah Dust Devil, Bukan Puting Beliung

BMKG memastikan fenomena yang terjadi di Mano,Kelurahan Mando Sawu adalah Dust Devil atau Setan Debu, bukan angin Puting Beliung. Foto: tangkapan layar Facebook Elvyiizth Gaur.

MANGGARAI, FokusNTT.com- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandara Frans Sales Lega Ruteng memberikan pernyataan resmi terkait fenomena angin kencang berpusar yang terjadi di Mano, Kelurahan Mando Sawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (3/9/2026) siang.

Melalui Informasi Respon Cepat yang dirilis pada pukul 15.00 WITA, BMKG memastikan fenomena tersebut adalah Dust Devil atau Setan Debu, bukan angin Puting Beliung.

Bacaan Lainnya

Kronologi Kejadian

Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Manggarai menjelaskan, kejadian dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WITA.

Fenomena tersebut terekam warga di wilayah Mando Saeo (Mando Sawu), Manggarai Timur dan sempat menimbulkan kepanikan karena pusarannya mengangkat material di sekitarnya.

Berdasarkan analisis sementara, Dust Devil merupakan pusaran udara kecil hingga menengah yang berputar kencang dan membawa material ringan seperti debu, pasir, atau serpihan sampah.

Fenomena ini lazim terjadi saat cuaca sangat panas, di mana massa udara yang sangat panas berbenturan dengan massa udara dingin di atasnya.

“Muncul pada siang hari yang cerah dan terik ketika permukaan tanah menyerap panas matahari secara intensif dalam kondisi kering. Cahaya matahari terik memanaskan permukaan tanah yang kering seperti padang, lapangan, atau kawasan berdebu hingga suhunya jauh lebih tinggi dibanding udara di atasnya, sehingga udara panas naik dan menyebabkan rotasi udara yang membentuk corong pusaran,” tulis BMKG dalam rilisnya yang dikirim ke FokusNTT.com, Kamis sore.

BMKG menegaskan, kejadian ini berlangsung relatif singkat dan tidak bersifat berkelanjutan.

Dampak dan Peringatan

Akibat kejadian tersebut, satu bangunan semi permanen milik masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan. BMKG menyatakan tidak ada wilayah yang direkomendasikan untuk evakuasi.

Antarnews.net (Swara.net Grup) pada Kamis (3/9) siang memberitakan, peristiwa tersebut terekam video amatir yang viral di media sosial yang diunggah oleh akun Facebook bernama Elvyiizth Gaur.

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat angin kencang berputar di sebuah tanah lapang yang sedang dibangun tenda. Diperoleh informasi, tenda yang biasa warga sebut terop, dipersiapkan untuk sebuah resepsi pernikahan yang digelar Jumat (4/9) besok.

Dalam video yang beredar, sink atap tenda tersebut berhamburan dibawa angin dan jatuh disekitar lokasi kegiatan.

Meski demikian, BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin signifikan yang masih bisa terjadi di wilayah tersebut.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan peringatan dari pihak terkait.

Masyarakat juga diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat kejadian.

“Masyarakat juga perlu memahami bahwa dust devil berbeda dengan angin Puting Beliung,” tegas BMKG.

Hingga rilis ini diterbitkan, BMKG Stasiun Ruteng telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait di lokasi kejadian. (*/aka)

Pos terkait