MATARAM, FN- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memperluas akses sarana air bersih bagi masyarakat di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program tersebut mulai direalisasikan dengan penyaluran pipa High Density Polyethylene (HDPE) sepanjang 1,2 kilometer kepada masyarakat pada Rabu, 2 September 2026.
Bantuan tersebut merupakan tahap awal dari rencana pengembangan jaringan perpipaan air bersih sepanjang 7,5 kilometer yang akan diberikan dan disambungkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat serta kondisi jaringan di lapangan.
Selain jaringan perpipaan, PLN UIP Nusra juga merencanakan pembangunan tiga bak penampungan air. Keberadaan bak penampungan tersebut diharapkan dapat membantu mendukung distribusi sekaligus menjaga ketersediaan dan debit air bagi masyarakat.
Program ini diberikan sebagai respons atas kebutuhan dan permohonan masyarakat di sekitar wilayah PLTP Mataloko. PLN menyesuaikan pelaksanaan setiap tahap dengan kondisi geografis dan kebutuhan masing-masing wilayah agar sarana yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.
Salah seorang warga Desa Tiwotoda, Yohanes Kaju, mengatakan akses terhadap air bersih masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat.
Menurut Yohanes, sejumlah wilayah di Tiwotoda belum sepenuhnya terjangkau jaringan air bersih karena kondisi geografis dan jarak yang cukup jauh.
“Selama ini kami, masyarakat Tiwotoda, memang sangat membutuhkan sarana air bersih. Bantuan dari PLN UIP Nusra ini sangat membantu,” ujar Yohanes.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap air bersih yang layak dan memadai.
Kepala Teknik Panas Bumi WKP Mataloko, Adrys Silaban, mengatakan penyaluran pipa sepanjang 1,2 kilometer menjadi bagian awal dari rencana pengembangan jaringan air bersih di sekitar PLTP Mataloko.
“Pada tahap awal ini kami menyalurkan 1,2 kilometer pipa HDPE. Secara keseluruhan direncanakan jaringan sepanjang 7,5 kilometer yang akan diberikan dan disambungkan secara bertahap, serta pembangunan tiga bak penampungan untuk mendukung distribusi dan menjaga ketersediaan air bagi masyarakat,” kata Adrys.
Menurut dia, pembangunan jaringan tidak dilakukan sekaligus, tetapi menyesuaikan kebutuhan serta kondisi di lapangan.
Hal tersebut dilakukan agar jaringan perpipaan yang dibangun dapat terhubung dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat penerima bantuan.
Adrys menambahkan, sarana penampungan air juga menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem tersebut karena diharapkan dapat membantu menjaga kontinuitas distribusi air kepada masyarakat.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian PLN dalam pelaksanaan program TJSL.
Menurut Manurung, bantuan sarana air bersih diberikan berdasarkan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah kerja PLN.
“Melalui program TJSL, PLN berupaya memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah kerja kami. Dukungan terhadap sarana air bersih ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasarnya sekaligus memperkuat kolaborasi antara PLN dengan masyarakat sekitar,” ujar Manurung.
Ia mengatakan PLN akan terus mendorong program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan.
Manurung juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus menjaga sarana yang telah diberikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Melalui pengembangan jaringan perpipaan dan sarana penampungan yang dilakukan secara bertahap tersebut, PLN UIP Nusra berharap akses masyarakat terhadap air bersih semakin baik serta dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga di sekitar PLTP Mataloko.







