BPS Manggarai Gelar Sosialisasi Desa Cantik 2026 di Wae Ri’i

MANGGARAI, FN- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai menggelar sosialisasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 di Desa Wae Ri’i, Kecamatan Wae Ri’i, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran, serta peran aktif pemerintah desa dan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan data statistik guna mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi ini dibuka secara resmi Bupati Manggarai melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Manggarai, Petrus C. Masangkat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah narasumber dari berbagai perangkat daerah, antara lain Kepala BPS Kabupaten Manggarai, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Manggarai, yang memberikan materi sesuai dengan bidang masing-masing.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pemerintah desa Wae Ri’I, Longko dan Desa Ranaka, perangkat desa, serta berbagai unsur lainnya.

Para peserta mendapatkan pemahaman terkait konsep dasar statistik, pentingnya data sektoral, serta tata kelola data desa yang baik, mulai dari proses pengumpulan, pengolahan, hingga penyajian data.

Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan indikator-indikator pembangunan desa yang dapat digunakan dalam mendukung perencanaan program berbasis data (evidence-based planning).

Kepala BPS Kabupaten Manggarai, Yosep Danu menegaskan bahwa program Desa Cantik merupakan langkah strategis dalam membina desa agar mampu mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkelanjutan.

Data yang berkualitas dinilai sangat penting sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan di tingkat desa.

“Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam membangun pemahaman bersama tentang pentingnya data. Desa diharapkan tidak hanya menjadi objek pendataan, tetapi juga menjadi subjek yang aktif dalam mengelola data pembangunan,” ujarnya.

Yosep Danu menambahkan bahwa keberhasilan Program Desa Cantik sangat bergantung pada komitmen dan kolaborasi semua pihak, khususnya pemerintah desa sebagai pengelola data di tingkat lokal.

“Melalui Program Desa Cantik, kami ingin mendorong desa agar mampu menghasilkan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam merancang program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa BPS akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan agar desa mampu mengembangkan sistem pengelolaan data yang terintegrasi dan berstandar.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Wae Ri’i, Dra. A. Sastri H. Ngajang, mengajak seluruh pemerintah desa dan masyarakat untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Desa Cantik Tahun 2026.

Ia menekankan pentingnya data yang akurat dan berkualitas sebagai fondasi utama dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan di tingkat desa.

“Program ini sangat penting untuk membantu desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Manggarai yang telah memilih Desa Wae Ri’i sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan, serta mengajak seluruh desa di wilayahnya untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut.

Sementara Pemerintah Desa Wae Ri’i menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menyatakan komitmennya untuk mendukung Program Desa Cantik.

Diharapkan, melalui program ini, Desa Wae Ri’i dapat menjadi desa percontohan dalam pengelolaan data statistik di Kabupaten Manggarai.

Melalui sosialisasi ini, BPS Kabupaten Manggarai berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan satu data desa yang berkualitas, sehingga mampu mendorong pembangunan desa yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.***

 

Pos terkait