MANGGARAI, Fokusntt.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mengoptimalkan strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, khususnya di kawasan pengembangan proyek panas bumi, melalui program bantuan ternak babi di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Per April 2026, program ini telah menunjukkan capaian terukur. Sebanyak 41 ekor ternak bantuan berusia sekitar lima bulan terpantau tumbuh sehat dan terawat dengan baik, menandakan efektivitas pendampingan dan infrastruktur yang diberikan.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat nyata dan terstruktur.
“Melalui program pemberdayaan seperti ini, kami berharap masyarakat dapat semakin mandiri secara ekonomi dan merasakan manfaat jangka panjang dari setiap inisiatif yang dijalankan,” ujarnya.
Pendekatan holistik diterapkan PLN agar bantuan tidak bersifat jangka pendek. Selain penyerahan ternak, perusahaan turut melengkapi program dengan pembangunan kandang permanen, penyediaan pakan, obat-obatan, serta pendampingan teknis berkelanjutan. Salah satu penerima manfaat, Marselinus, mengakui nilai strategis dari transfer pengetahuan ini.
“Kami juga mendapatkan pelatihan untuk membuat pakan alternatif dan pakan fermentasi dari bahan lokal, sehingga lebih efisien sekaligus bernutrisi,” jelas Marselinus.
Di lapangan, keberhasilan operasional program sangat ditopang oleh kedisiplinan masyarakat. Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut, menyoroti bahwa protokol pemeliharaan yang sistematis menjadi kunci kesehatan ternak.
“Kebersihan kandang menjadi perhatian utama, diikuti dengan pemberian pakan yang teratur dan berkualitas. Selain itu, pemberian obat cacing dilakukan setiap dua bulan sekali untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat dan terhindar dari penyakit,” ujarnya.
Kualitas pelaksanaan ini telah diarahkan pada model pengembangan usaha yang berkelanjutan. Kelompok penerima telah merancang alokasi ternak secara strategis: sebagian disiapkan sebagai indukan perkembangbiakan, sementara sisanya dipasarkan untuk mendongkrak pendapatan kelompok.
“Keberhasilan awal ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat lainnya untuk turut mengembangkan usaha peternakan. Antusiasme warga mulai terlihat, dan kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut,” tambah Laurensius.
Dengan memadukan dukungan infrastruktur, optimalisasi sumber daya lokal, dan partisipasi aktif masyarakat, program bantuan ternak babi PLN UIP Nusra tidak hanya berfungsi sebagai stimulan ekonomi sesaat, melainkan fondasi kemandirian usaha peternakan yang selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan di wilayah operasi perusahaan.






