Bupati Hery Nabit Presentasikan Strategi Kemajuan Budaya Manggarai di Dewan Pers

JAKARTA, FN- Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, memaparkan materi presentasi berjudul “Membangun Rumah, Merawat Budaya: Modal Kolektif Menuju Indonesia Emas” dalam forum penilaian Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dewan Pers Lantai IV, Jalan Kebon Sirih No. 34, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, dan merupakan bagian dari tahapan seleksi kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam pemajuan kebudayaan di daerah.

Bacaan Lainnya

Forum ini menjadi ajang strategis tingkat nasional yang menyoroti peran pemerintah daerah dalam mengintegrasikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam pemaparannya, Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga modal sosial yang menentukan arah masa depan bangsa.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai budaya yang tumbuh dari keluarga, komunitas, dan masyarakat lokal harus menjadi dasar pembangunan karakter dan solidaritas sosial.

“Merawat budaya berarti merawat peradaban. Dari rumah dan komunitas lokal, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan identitas bangsa ditumbuhkan sebagai modal kolektif menuju Indonesia yang maju dan berkarakter,” ujar Bupati Hery Nabit dalam presentasinya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai terus mendorong pemajuan kebudayaan melalui berbagai program strategis, antara lain penguatan sanggar seni, pemberdayaan komunitas adat, integrasi budaya dalam sektor pendidikan dan pariwisata, serta kolaborasi dengan media dan insan pers sebagai mitra pembangunan kebudayaan.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa kebudayaan tidak hanya dilestarikan secara simbolik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Presentasi tersebut disampaikan di hadapan dewan juri Anugerah Kebudayaan PWI 2026 yang terdiri atas Akhmad Munir (Ketua PWI Pusat), Sudiwo Tedjo (budayawan nasional), Dr. Nungki Kusumastuti (akademisi), Yusuf Susilo Hartono (wartawan), serta Agus Dermawan T. (kurator seni dan budayawan).

Dalam sesi tanya jawab, para juri melakukan pendalaman terhadap sejumlah aspek penting, termasuk keberlanjutan kebijakan kebudayaan daerah, keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya, serta dampak program kebudayaan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Robertus Bellarminus Nagut, yang turut mendampingi Bupati Manggarai, menyampaikan bahwa seluruh pertanyaan dari dewan juri dapat dijawab dengan baik dan komprehensif.

Hal ini menunjukkan kesiapan serta keseriusan Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam menjadikan kebudayaan sebagai bagian utama dari pembangunan daerah.

Selain pemaparan kebijakan, Bupati Hery Nabit juga menampilkan berbagai produk kerajinan unggulan binaan Dekranasda Kabupaten Manggarai.

Produk-produk tersebut mencerminkan kekayaan budaya lokal sekaligus potensi ekonomi kreatif masyarakat yang terus berkembang.

Partisipasi Manggarai dalam forum ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat kebudayaan sebagai pilar pembangunan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Atas konsistensi kebijakan dan inovasi yang dilakukan, Bupati Manggarai disebut sebagai salah satu kandidat kuat penerima Anugerah Kebudayaan PWI Tahun 2026.

Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki integritas, komitmen, serta inovasi dalam pemajuan kebudayaan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.

Puncak penganugerahan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat akan dilaksanakan pada Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Februari 2026 di Provinsi Banten, dan rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Pos terkait