MANGGARAI, FokusNTT.com– Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas dukungan pemerintah pusat melalui alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar untuk penanganan pascagempa di Kabupaten Manggarai.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Hery dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan bencana secara virtual bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dari Posko Tanggap Darurat Kabupaten Manggarai, Kamis (27/8/2026).
Bupati Hery mengatakan, bantuan tersebut akan memperkuat kapasitas daerah dalam penanganan pengungsi dan percepatan pemulihan pascagempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
“Seluruh sumber daya akan kami arahkan agar penanganan bencana berjalan terukur, tepat sasaran, dan berbasis data lapangan,” tegas Bupati Hery.
Dalam Rakor tersebut juga diputuskan perpanjangan masa tanggap darurat Kabupaten Manggarai tahap kedua, mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026.
Menurut Bupati Hery, perpanjangan dilakukan karena kondisi di lapangan masih membutuhkan intervensi pemerintah, baik secara fisik maupun psikologis. Sebagian warga masih trauma dan memilih bertahan di tenda pengungsian.
“Pada masa tanggap darurat kedua ini, kami akan gunakan untuk memastikan peralihan, terutama penyediaan kebutuhan data untuk pembangunan hunian sementara,” ujarnya.
Fokus penanganan pada tahap kedua meliputi tiga hal: memaksimalkan distribusi bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta penguatan perlindungan bagi warga di pengungsian.
Turut hadir dalam rakor virtual tersebut Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Pj Sekda Manggarai Lambertus Paput, unsur Forkopimda, serta pimpinan OPD Kabupaten Manggarai.
Pemerintah Kabupaten Manggarai mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi pemerintah selama masa penanganan pascabencana.(*/aka)







