RUTENG, FokusNTT.com – Masa tanggap darurat penanganan gempa bumi magnitudo 7,7 Flores diperpanjang selama 14 hari oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Perpanjang masa tanggap darurat tahap kedua ini menjadi masa transisi untuk memastikan kesiapan data menuju pembangunan hunian sementara (huntara) dan tahap pemulihan pascabencana.
Keputusan itu disampaikan Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit dalam rapat koordinasi penanganan bencana secara virtual bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dari Posko Tanggap Darurat Kabupaten Manggarai, Kamis (27/8/2026).
Demikian rilis Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai yang diterima Jumat (28/8/2026)
Bupati Hery menjelaskan, masa tanggap darurat tahap pertama yang berakhir hari ini, Jumat (28/8/2026), diperpanjang karena kondisi di lapangan masih membutuhkan intervensi pemerintah, baik secara fisik maupun psikologis. Sebagian warga masih trauma dan memilih bertahan di tenda pengungsian.
“Pada masa tanggap darurat kedua ini, kami akan gunakan untuk memastikan peralihan, terutama penyediaan kebutuhan data untuk pembangunan hunian sementara,” ujar Bupati Hery.
Bupati Hery menyampaikan, perpanjangan ini difokuskan pada tiga hal yaitu memaksimalkan distribusi bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta penguatan perlindungan bagi warga di pengungsian.
Pemetaan Ulang Kerusakan untuk Huntara
Untuk mendukung transisi pemulihan, mulai Kamis (27/8/2026), tim gabungan diterjunkan ke desa-desa terdampak untuk melakukan pemetaan ulang tingkat kerusakan secara komprehensif.
Pemetaan dilakukan untuk memastikan data kerusakan bangunan di tingkat desa valid dan akurat. Data tersebut akan menjadi dasar perencanaan dan penyediaan huntara bagi warga yang rumahnya rusak berat dan belum bisa ditempati.
Dengan demikian, tahap kedua tidak hanya berorientasi pada bantuan darurat, tetapi juga persiapan menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.
Rakor via Zoom Meeting tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Pj Sekda Manggarai Lambertus Paput, unsur Forkopimda, serta pimpinan OPD Kabupaten Manggarai.
Pemerintah Kabupaten Manggarai mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi pemerintah selama masa penanganan pascabencana (*/aka)







