Dari Terpal ke Tenda Tertata, Kondisi Pengungsi Golo Conggo Kini Lebih Layak

Komandan Distrik Militer Dandim 1612/Mabggarai, Letkol Arh Amos Comenius Silaban saat berkunjung ke posko pengungsian Golo Conggo, Desa Ruis, Kecamatan Reok, Sabtu (22/8).

MANGGARAI, FokusNTT.com- Kondisi tempat pengungsian di Golo Conggo, Desa Ruis, Kecamatan Reok, kini semakin membaik. Dari yang awalnya hanya menggunakan terpal seadanya, kini tenda-tenda pengungsian telah terpasang rapi dan tertata.

Perubahan itu terjadi seiring dengan terus berdatangnya bantuan logistik pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

“Pada awal masa pengungsian, warga masih memanfaatkan terpal seadanya sebagai tempat berlindung secara spontan. Sekarang tenda sudah tertata rapi dan lebih layak,” ujar Komandan Kodim 1612/Manggarai, Letkol Arh. Amos Comenius Silaban, Sabtu (22/8/2026).

Meski fasilitas semakin baik, jumlah warga di lokasi pengungsian justru meningkat pada malam hari. Hal ini dipicu masih berlangsungnya gempa susulan. Berdasarkan data hingga pukul 17.00 WIB, tercatat 5.335 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M6,2.

“Peningkatan jumlah warga pada malam hari menunjukkan masyarakat masih membutuhkan rasa aman, khususnya ketika aktivitas gempa susulan masih terjadi,” jelas Dandim 1612/Manggarai.

Perhatian pada Kebersihan

Petugas posko mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan tenda. Perhatian khusus diberikan pada pembuangan sampah popok bayi agar tidak menjadi sumber penyakit.

Penanganan pengungsi saat ini tidak hanya fokus pada logistik, tetapi juga pada keamanan, penerangan, sanitasi, dan perlindungan kelompok rentan.

Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi di tengah masih tingginya aktivitas gempa susulan.(*)

Pos terkait