Tercatat Gempa Susulan Sebanyak 5.335, Jumlah Pengungsi di Desa Ruis Meningkat

Dandim 1612/Manggarai Letkol arh Amos Comenius Silaban mengunjungi Posko Golo Conggo, desa Ruis, kacamatan Reok Barat, Sabtu (22/8). Jumlah pengungsi di posko tersebut jumpanya meningkat akibat gempa susulan.

MANGGARAI, FokusNTT.com-Aktivitas kegempaan pascagempa bumi utama Magnitudo 7,7 di wilayah Flores masih terus berlangsung. Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 5.335 gempa bumi susulan.

Demikian data yang dirilis Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai, Sabtu (22/8/2026) malam.

Bacaan Lainnya

Dari jumlah gempa susulan tersebut dirincikan, gempa dengan magnitudo terbesar M6,2 dan terkecil M1,1.

Dari total gempa susulan tersebut, sebanyak 32 kejadian memiliki magnitudo di atas M5,0, sementara 128 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan turut memengaruhi kondisi psikologis masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Pada malam hari, sebagian warga memilih meninggalkan rumah dan berkumpul di lokasi pengungsian karena khawatir terhadap kemungkinan terjadinya guncangan kembali.

Kondisi tersebut salah satunya terlihat di Posko Pengungsian Golo Conggo, Desa Ruis, Kecamatan Reok. Berdasarkan laporan Komandan Kodim (Dandim) 1612/Manggarai, Letkol Arh. Amos Comenius Silaban, jumlah warga yang berada di lokasi pengungsian pada malam hari mengalami peningkatan dibandingkan kondisi pada siang hari.

Peningkatan jumlah warga pada malam hari menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan rasa aman dan perlindungan, khususnya ketika aktivitas gempa susulan masih terjadi. Sebagian warga memilih berada di luar rumah atau di lokasi pengungsian sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan guncangan susulan. (*)

Pos terkait