MANGGARAI, FN- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai menekankan pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya bantuan traktor roda dua yang akan disalurkan kepada kelompok tani penerima manfaat.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pemanfaatan alsintan bagi kelompok tani calon penerima manfaat yang digelar di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Jumat, 29/05/2026.
Kegiatan itu dihadiri para ketua kelompok tani, anggota kelompok tani penerima manfaat, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Kabupaten Manggarai.
Sebanyak 51 unit alsintan akan disalurkan kepada kelompok tani, terdiri dari 35 unit traktor roda dua dan 16 unit hand sprayer.
Bantuan tersebut direncanakan diserahkan pada pekan depan oleh Bupati Manggarai.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur, mengatakan pengawasan pemanfaatan alsintan sangat penting agar bantuan pemerintah benar-benar digunakan sesuai tujuan dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Ia secara khusus meminta para penyuluh pertanian lapangan untuk meningkatkan pendampingan dan pengawasan terhadap kelompok tani penerima bantuan traktor roda dua yang jumlahnya mencapai 35 unit.
“Terutama untuk bantuan traktor yang jumlahnya 35 unit. Teman-teman penyuluh saya minta untuk terus melakukan pengawasan sehingga apabila terjadi penyimpangan penggunaan alsintan traktor bisa segera diketahui,” tegas Ferdy Ampur.
Menurutnya, peran penyuluh pertanian sangat strategis dalam memastikan pemanfaatan alsintan berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak disalahgunakan.
Selain melakukan pengawasan, para PPL juga diminta aktif memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani agar alsintan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Ferdy menjelaskan, bantuan alsintan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mendorong modernisasi sektor pertanian untuk meningkatkan efisiensi kerja petani, mengatasi keterbatasan tenaga kerja, serta menekan biaya produksi pertanian.
“Pemanfaatan alsintan harus dibarengi dengan pemahaman dan pengelolaan yang baik agar benar-benar memberi manfaat bagi kelompok tani dan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan penyaluran alsintan dilakukan berdasarkan kebutuhan kelompok tani dan kondisi lahan di lapangan.
Kelompok tani dengan kondisi topografi berat diprioritaskan menerima alsintan kategori kecil agar mudah digunakan pada medan sulit dijangkau.
Sementara itu, kelompok tani yang memiliki hamparan lahan luas dengan topografi relatif datar diprioritaskan menerima alsintan kategori berat karena lebih efektif menjangkau area pertanian yang lebih luas.
“Penyesuaian jenis alsintan dengan kondisi lahan sangat penting agar pemanfaatannya optimal dan benar-benar mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ferdy juga meminta kelompok tani penerima manfaat segera melaksanakan rapat anggota bersama penyuluh pertanian lapangan setelah mengikuti sosialisasi.
Rapat itu dimaksudkan untuk membahas berbagai hal teknis terkait pemanfaatan alsintan, mulai dari biaya operasional, mekanisme penggunaan, jadwal pemanfaatan, hingga biaya pengangkutan alsintan dari kantor dinas menuju lokasi kelompok tani.
Menurut Ferdy, biaya pengangkutan alsintan dari Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menuju lokasi kelompok tani menjadi tanggung jawab masing-masing kelompok tani penerima manfaat karena dinas tidak memiliki anggaran khusus untuk pengangkutan.
Selain sosialisasi pemanfaatan alsintan, para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme perawatan dan tata kelola alsintan agar bantuan tersebut dapat digunakan secara maksimal dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap pemanfaatan alsintan dapat mempercepat modernisasi sektor pertanian, meningkatkan efisiensi kerja petani, dan mendukung peningkatan produksi pangan di daerah itu.***







