Enam Dekade Mengabdi, Yayasan St. Damian Cancar Terus Hadirkan Kasih dan Harapan

MANGGARAI, FN- Suasana penuh syukur dan sukacita mewarnai perayaan Syukuran 60 Tahun Yayasan St. Damian Cancar yang berlangsung di Yayasan St. Damian Cancar, Kecamatan Ruteng, Minggu, 10/05/2026.

Perayaan syukuran ini mengusung tema “Revitalisasi Karya Pelayanan: Berjalan Bersama dalam Cinta dan Harapan,” momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang karya pelayanan kemanusiaan yang telah dijalankan selama enam dekade.

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam perayaan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai Ny. Meldyanti Hagur Nabit, jajaran pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Manggarai, Kementerian Agama, Vikjen Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahansa, SVD, Sr. Provinsial SSpS Flores Barat Sr. Paulina Ngula, SSpS, Sr. Ketua Yayasan St. Damian, para imam, biarawan-biarawati, tim dokter dari Australia, donatur, serta umat.

Dalam sambutannya, Bupati Manggarai menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perjalanan panjang Yayasan St. Damian Cancar yang telah melayani masyarakat selama enam dekade, khususnya dalam karya kemanusiaan bagi para penyandang disabilitas dan masyarakat yang membutuhkan perhatian sosial.

“Perayaan 60 tahun ini adalah perayaan syukur. Saya datang hari ini dengan rasa syukur bahwa pemerintah juga diingatkan tentang tanggung jawab terhadap kemanusiaan. Karya para suster, karyawan, dan karyawati di tempat ini menunjukkan tanggung jawab terhadap rasa kemanusiaan,” ungkap Bupati Hery Nabit.

Bupati Manggarai menegaskan bahwa selama 60 tahun perjalanan Yayasan St. Damian, telah begitu banyak kehidupan yang disentuh dan dipulihkan melalui pelayanan kasih yang dijalankan dengan penuh pengorbanan.

“Kalau kita mau hitung, tentu ada begitu banyak jiwa yang terselamatkan dan begitu banyak raga yang dipulihkan. Karena itu, hari ini kita hadir untuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendedikasikan diri dalam karya pelayanan ini,” lanjutnya.

Secara khusus, Bupati Hery Nabit juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan tim dokter dari Australia yang selama bertahun-tahun terus mendukung pelayanan kesehatan di Yayasan St. Damian.

“Terima kasih kepada seluruh donatur dan tim dokter dari Australia yang tetap hadir dan bekerja sama selama bertahun-tahun. Semua ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi bisa berjalan karena ketulusan dan kepedulian bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Heri Nabit juga menyoroti berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat Manggarai, mulai dari penanganan disabilitas hingga persoalan kesehatan jiwa yang menurutnya membutuhkan perhatian dan kolaborasi semua pihak.

“Kita berjalan dengan keterbatasan. Pemerintah terbatas, gereja terbatas, lembaga-lembaga sosial juga terbatas. Tetapi melalui kerja sama dan kepedulian bersama, kita tetap berusaha menangani persoalan-persoalan kemanusiaan,” ungkapnya.

Pada akhir sambutannya, Bupati Heri Nabit menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai sedang mempersiapkan penetapan nama jalan sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi Manggarai, termasuk nama Suster Virgula sebagai pelopor karya pelayanan Santo Damian.

“Salah satu jalan yang akan diberi nama secara resmi mulai tahun 2027 adalah nama Suster Virgula. Ini mungkin sederhana, tetapi menjadi cara pemerintah untuk tetap mengenang jasa dan karya beliau bagi kemanusiaan di Manggarai,” jelas Bupati Heri Nabit.

Sementara itu, Vikjen Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahansa, SVD dalam sambutannya menyampaikan bahwa karya pelayanan Santo Damian Cancar lahir dari panggilan kasih dan keberanian untuk melayani sesama, khususnya mereka yang menderita dan tersisihkan.

“Karya yang terjadi di tempat ini adalah buah dari suatu panggilan kemanusiaan dan iman. Yayasan Santo Damian telah menjadi tempat yang memanusiakan manusia dalam semangat kasih Kristiani,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Sr. Provinsial SSpS Flores Barat Sr. Paulina Ngula, SSpS mengatakan bahwa perjalanan 60 tahun Yayasan Santo Damian merupakan sejarah kasih Allah yang nyata melalui pelayanan penuh belas kasih kepada sesama.

“Hari ini kita tidak sekadar memperingati perjalanan 60 tahun sebuah karya pelayanan. Kita sedang merayakan sejarah kasih Allah, sejarah tentang iman yang berani mendekati luka, harapan yang tidak menyerah pada penderitaan, dan cinta yang tetap tinggal bersama mereka yang sering disisihkan,” tuturnya.

Menurutnya, revitalisasi karya pelayanan bukan hanya tentang program dan strategi, tetapi pembaruan hati untuk terus menghadirkan kasih, harapan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Perayaan syukur berlangsung penuh khidmat dan sukacita, serta ungkapan syukur atas perjalanan panjang karya pelayanan Yayasan St. Damian Cancar yang terus menjadi rumah harapan bagi banyak orang di Kabupaten Manggarai.

Pos terkait