RUTENG, FokusNTT.com- Mobil relawan Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan Ruteng dilempar batu dan sopirnya dianiaya sekelompok pemotor di Kabupaten Manggarai.
Peristiwa terjadi saat para relawan pulang menjalankan tugas kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Kecamatan Cibal, Minggu (13/9/2026) siang.
Direktur Caritas Keuskupan Ruteng, RD Benediktus Gaguk yang akrab disapa RD Beben Gaguk, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026) malam.
“Benar, ada insiden itu,” kata RD Beben.
Ia menjelaskan, pada Minggu (13/9) tim Relawan Kesehatan Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan Ruteng memberikan pelayanan kesehatan dan psikososial di Kampung Rengket, Desa Timbu, Cibal Barat.
Saat perjalanan pulang, setiba di sekitar Watu Alo, Kecamatan Wae Ri’i, sebuah sepeda motor menyalip dan meliuk-liuk di depan mobil relawan. Sopir mobil relawan, Yoseph Dalvin Tiano Banggut, kemudian menyalip kembali untuk menghindari pemotor tersebut.
Menurut pengakuan relawan di dalam mobil, pemotor itu kembali menyalip dan memacu kendaraan dengan kencang. Setiba di Sondeng, pemotor tersebut sudah menunggu dan langsung melempar mobil dengan batu.
Relawan dan sopir kemudian turun untuk menanyakan alasan pelemparan. Saat itulah terjadi pemukulan terhadap sopir yang diduga dilakukan bersama teman-teman pemotor.
Akibat penganiayaan itu, sopir mengalami bengkak di bagian tengah kepala diduga akibat dipukul menggunakan batu dan harus dirawat di RS Lapangan Ruteng. Korban kini sudah diperbolehkan pulang.
RD Beben menambahkan, saat kejadian di dalam mobil terdapat dua orang dokter dan tiga mahasiswa Ners Unika St. Paulus Ruteng. Para dokter dalam kondisi aman dan akan melanjutkan pelayanan di lokasi lain pada Selasa (15/9).
Kasus tersebut kini ditangani Polres Manggarai. Informasi dari keluarga korban menyebutkan, pada Senin malam mereka mendatangi Mapolres Manggarai untuk mendampingi korban dan saksi. Keluarga mengancam akan melakukan aksi jika para terduga pelaku belum ditetapkan dan ditahan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Manggarai, Iptu Harris Islami Pasya, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin sore belum memberikan jawaban terkait penetapan tersangka. Namun informasi yang diperoleh, penyidik Satreskrim Polres Manggarai sedang menggelar perkara dan memeriksa sejumlah terduga pelaku. (aka)







