RSUD Ruteng Tangani 151 Korban Gempa Flores, Layanan Pindah ke RS Lapangan Bandara

Situasi pelayanan di RS Lapangan Bandara Frans Sales Lega Ruteng.

MANGGARAI, FokusNTT.com– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai, telah menangani 151 pasien korban gempa bumi tektonik Flores bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

“Sejak 15 Agustus hingga 9 September 2026, total pasien yang ditangani RSUD Ruteng sebanyak 151 orang,” kata Humas RSUD Ruteng, Rista Mari, saat ditemui awak media di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Kamis, 10 September 2026.

Bacaan Lainnya

Rista mengatakan, meski pelayanan dialihkan ke RS Lapangan berbasis tenda darurat, pihaknya tetap memaksimalkan pelayanan kesehatan di tengah situasi bencana.

Saat ini, RS Lapangan tetap memberikan pelayanan medis maksimal dengan menyiapkan fasilitas rawat inap sebagai layanan dasar bagi semua pasien.

Menurut Rista, standar pelayanan RS Lapangan setara dengan rumah sakit Tipe C. Pelayanan dasar yang tersedia meliputi spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), penyakit dalam, jantung, anak, kulit, hingga bedah.

“RS Lapangan telah menyiapkan 143 bed untuk rawat inap dan 32 bed untuk non rawat inap,” jelasnya.

Pascagempa, RS Lapangan juga menambah tenaga dokter spesialis, terutama ortopedi, anak, dan penyakit dalam.

“Pascagempa, banyak tambahan dokter relawan dari luar daerah untuk membantu pelayanan kesehatan di Manggarai,” ujar Rista.

Seluruh pelayanan kesehatan RSUD Ruteng kini dipindahkan sepenuhnya ke RS Lapangan di Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemindahan dilakukan karena gedung RSUD Ruteng mengalami kerusakan akibat gempa M 7,7 pada 15 Agustus lalu.

Seluruh pasien, termasuk yang sebelumnya dirawat di tenda-tenda darurat di halaman RSUD Ruteng, telah dipindahkan ke tenda-tenda medis di RSL Bandara Frans Sales Lega.

Berdasarkan data per 9 September 2026, total korban meninggal dunia di Kabupaten Manggarai tercatat 56 orang. Sementara korban luka berat yang masih dirawat sebanyak 59 orang, dan luka ringan 582 orang. (*)

Pos terkait