RUTENG, FokusNTT.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai merilis perkembangan data korban meninggal dunia akibat gempa bumi Flores M7,7 berdasarkan hasil rekapitulasi dan verifikasi di lapangan per desa/kelurahan.
Demikian rilis Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Pemkab Manggarai, Minggu (23/8/2026) siang.
Hingga saat ini tercatat 37 orang meninggal dunia yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Manggarai.
Rincian Korban per Kecamatan
l1. Kecamatan Reok: 20 orang
Terbanyak di Kabupaten Manggarai. Rinciannya: Desa Reo 16 orang, Desa Mata Air 2 orang, Desa Watu Tango 1 orang, Desa Wangkung 1 orang.
Penyebab: sebagian besar tertimpa bangunan. Lainnya karena tenggelam, shock, dan sakit. Salah satu korban adalah bayi baru lahir yang meninggal dalam perjalanan dari pos pengungsian Barang Kolong menuju RSUD Ruteng.
2. Kecamatan Langke Rembong: 5 orang
Kelurahan Tenda 3 orang, Kelurahan Karot 1 orang, Kelurahan Pau 1 orang.
Penyebab utama: shock. Lokasi meninggal: di rumah dan rumah sakit.
3. Kecamatan Cibal: 4 orang
Desa Riung 2 orang, Desa Bea Mese 1 orang, Desa Ladur 1 orang.
Seluruh korban meninggal akibat tertimpa bangunan di rumah.
4. Kecamatan Reok Barat: 4 orang
Desa Reok Barat 4 orang.
Penyebab: tertimpa bangunan di rumah.
5. Kecamatan Wae Rii: 2 orang
Desa Wae Mulu 2 orang.
Kedua korban meninggal akibat tertimpa bangunan dan sempat mendapat penanganan di rumah sakit.
6. Kecamatan Cibal Barat: 1 orang
Desa Golo Lanak 1 orang.
Penyebab: tertimpa bangunan.
7. Kecamatan Satarmese Utara: 1 orang.
Desa Cireng 1 orang.
Penyebab: tertimpa bangunan dan meninggal dunia di Puskesmas.
Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban.
Penanganan darurat terus kami lakukan, meliputi evakuasi, pelayanan kesehatan, pendataan dan verifikasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan pengungsi, serta koordinasi lintas sektor di wilayah terdampak,” demikian disampaikan melalui Media Center Posko Tanggap Darurat.
Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah, petugas kesehatan, TNI, Polri, dan unsur penanggulangan bencana di lapangan. (*)






