PDAM Tirta Komodo Gratiskan Air Bersih dan Putihkan Denda Pascagempa Flores

Direktur Tirta Komodo Manggarai, Marsel Sudirman (kanan) bersama tim tanggap darurat gempa bumi Flores Perumda Tirta Komodo.

MANGGARAI, FokusNTT.com- Pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Komodo Kabupaten Manggarai memprioritaskan langkah tanggap darurat dengan menyediakan air bersih gratis dan menghapus denda tunggakan rekening air bagi warga terdampak.

Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban ekonomi warga sekaligus menjamin kebutuhan dasar selama masa darurat bencana.

Bacaan Lainnya

Direktur PDAM Tirta Komodo Kabupaten Manggarai, Marselus Sudirman, mengatakan pihaknya membebaskan denda bagi seluruh pelanggan rumah tangga yang terlambat membayar tagihan hingga masa tanggap darurat berakhir.

“Semua denda keterlambatan pembayaran air dibebaskan. Ini berlaku untuk seluruh rekening pelanggan hingga masa tanggap darurat berakhir. PDAM hanya meminta pelanggan membayar tagihan pokok pemakaian air saja,” ujar Marsel.

Meski denda dihapus, pelanggan tetap diwajibkan membayar tagihan dasar sesuai pemakaian.

Distribusi Air Terganggu Akibat Kerusakan Broncaptering

Marsel menjelaskan, gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi tidak hanya merusak bangunan dan fasilitas publik, tetapi juga merusak infrastruktur vital air bersih.

“Pada tanggal 15 Agustus pagi, setelah gempa, saya langsung mengerahkan petugas untuk mengecek kondisi broncaptering dan pipa transmisi, dan kondisinya memang rusak,” jelasnya.

Kerusakan terparah terjadi pada sumber mata air Wae Ces, Kelurahan Waso. Broncaptering dan jaringan pipa transmisi di lokasi tersebut rusak berat, sehingga distribusi air bersih ke seluruh pelanggan sempat lumpuh total.

Sementara itu, sumber mata air Wae Lerong dan Wae Ri’i mengalami kerusakan pada jaringan perpipaan transmisi.

Percepat Pemulihan hingga ke Reok

Pascagempa, PDAM Tirta Komodo mempercepat pemulihan jaringan distribusi air bersih. Perbaikan dilakukan di sejumlah titik sumber mata air di wilayah Langke Rembong hingga Kecamatan Reok sejak 15 hingga 16 Agustus 2026.

“Pemulihan ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan PDAM terhadap pelanggan,” terang Marsel.

Selain perbaikan jaringan, PDAM juga mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah posko tanggap darurat di ibu kota Kabupaten Manggarai hingga wilayah Kecamatan Reok selama masa tanggap darurat berlangsung. (*/aka)

Pos terkait