MATARAM, FN- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menanam 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Penanaman tersebut menjadi bagian dari total 5.000 bibit mangrove yang direncanakan dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus mendorong kembali pengembangan potensi ekowisata mangrove di Ring 1 pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 Sambelia.
Penanaman dilakukan di sekitar badan Sungai Padak Guar dengan melibatkan masyarakat setempat dan berbagai pemangku kepentingan. Sebanyak 3.000 bibit telah ditanam sebagai tahap awal dari total 5.000 bibit mangrove yang direncanakan.
Program tersebut juga akan dilanjutkan dengan penataan kawasan wisata mangrove untuk mendukung pengembangan potensi ekowisata Padak Guar.
Kepala Dusun Padak Guar, Riyan Pebriyansah, mengatakan kawasan mangrove Padak Guar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Namun, selama ini pengelolaannya belum optimal karena keterbatasan biaya.
“Kami bersyukur ada program ini. Kawasan mangrove di sini sebenarnya punya potensi untuk wisata, tetapi selama ini kurang diperhatikan karena keterbatasan biaya. Dengan adanya bantuan PLN, kami berharap kawasan ini bisa kembali terawat dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Riyan.
Selain memulihkan kawasan mangrove, program rehabilitasi ini diharapkan dapat menjaga fungsi ekologis pesisir, termasuk sebagai salah satu pelindung alami dari gelombang laut. Pada saat yang sama, penataan kawasan sebagai ekowisata diharapkan dapat membuka peluang aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pelaksanaan program melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, praktisi dan ahli lingkungan, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), perangkat desa, serta masyarakat Padak Guar.
Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan rehabilitasi dan pengelolaan kawasan mangrove.
Assistant Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UIP Nusra, Riyan Dharma Putra, menjelaskan bahwa program tersebut tidak berhenti pada penanaman bibit mangrove.
Setelah tahap awal penanaman 3.000 dari total 5.000 bibit yang direncanakan, PLN juga merencanakan penataan kawasan wisata mangrove sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi Padak Guar.
“Selain penanaman bibit, ke depan kami juga merencanakan penataan kawasan wisata mangrove yang dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Harapannya, rehabilitasi lingkungan ini dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi wisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Padak Guar,” ujar Riyan.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“PLN memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan di sekitar area pembangunan. Program ini kami jalankan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), dengan fokus pada keberlanjutan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Manurung.
Menurut Manurung, rehabilitasi mangrove juga menjadi bagian dari kontribusi PLN terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) ke-14 tentang ekosistem laut.
Pemulihan kawasan diharapkan tidak berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga dapat menghidupkan kembali potensi ekowisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Padak Guar.
“Harapannya, kawasan mangrove Desa Padak Guar dapat kembali hidup sebagai destinasi ekowisata dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat,” kata Manurung.







