MATARAM, FN- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran 5.000 bibit mangrove dan pembangunan fasilitas ekowisata di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bantuan yang disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menjadi bagian dari upaya PLN dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata berbasis lingkungan.
Selain bantuan bibit mangrove, PLN UIP Nusra juga mendukung pembangunan jalur tapak ekowisata sepanjang 160 meter yang dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat.
Dalam kegiatan pada 29 Oktober 2026, perwakilan PLN bersama masyarakat menyusuri jalur ekowisata tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan mangrove Padak Guar menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan mangrove sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Manager Perizinan dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra, Bobby Robson Sitorus, mengatakan bahwa dukungan terhadap ekowisata mangrove merupakan bagian dari komitmen PLN untuk bersinergi dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi lokal.
“Kami berharap 5.000 mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Kita membutuhkan sumber pangan dari laut dan darat, sehingga lingkungan pesisir perlu dijaga agar terus memberikan manfaat bagi kehidupan. Mangrove juga berperan dalam membantu menahan abrasi dan menyerap karbon,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, pengembangan ekowisata mangrove perlu didukung dengan fasilitas yang memadai serta kolaborasi berkelanjutan antara PLN, pemerintah desa, dan masyarakat.
Menurutnya, kawasan mangrove yang terawat dan dilengkapi fasilitas wisata berpotensi menjadi sumber kegiatan ekonomi baru bagi warga.
“Harapan kami, mangrovenya tumbuh dengan baik, fasilitasnya semakin memadai, dan masyarakat bersama desanya semakin sejahtera. Apa yang kita tanam hari ini merupakan warisan bagi anak cucu kita nanti,” tambahnya.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Padak Guar, Moh. Husen.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan mangrove turut membantu menjaga kondisi pesisir sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata.
“Kami dari pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah berkontribusi melalui bantuan mangrove ini. Program ini membantu menjaga lingkungan sekaligus berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat karena wisatawan dapat tertarik untuk datang dan menikmati keindahan desa. Secara tidak langsung, program ini juga menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” kata Husen.
Ia berharap kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurutnya, keberadaan mangrove yang terawat diharapkan menjadi aset lingkungan yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Semangat gotong royong juga terlihat dalam pembangunan jalur tapak sepanjang sekitar 160 meter. Anwar, salah seorang warga Padak Guar, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dikerjakan bersama masyarakat dengan menyesuaikan waktu luang masing-masing.
“Alhamdulillah, dengan bantuan PLN kita bisa menghidupkan mangrove sekaligus mengembangkan tempat wisata. Pengerjaan ini dilakukan secara gotong royong. Warga yang memiliki waktu luang datang untuk membantu, dan sekarang jalur sepanjang sekitar 160 meter ini sudah selesai,” ungkap Anwar.
Kepala Dusun Purwakarya, Riyan Pebriansyah, menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan mangrove berangkat dari kebutuhan untuk memulihkan ekosistem yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat penebangan pohon untuk kayu bakar. Hingga saat ini, sekitar 5.000 bibit mangrove telah ditanam dengan jangkauan kawasan mencapai kurang lebih 720 meter.
“Bagi kami, mangrove penting untuk membantu menahan abrasi dan memiliki kemampuan menyerap karbon. Karena itu, kami bersama kelompok sadar wisata, pemerintah desa, dan warga berupaya menjaga serta mengembangkan kawasan ini. Kami juga telah membentuk pengurus untuk pemeliharaan dan merencanakan pembibitan agar dapat mengganti bibit yang mati,” jelas Riyan.
Ia menambahkan, kawasan mangrove berpotensi meningkatkan perekonomian warga karena dapat menarik wisatawan, termasuk membuka peluang bagi masyarakat yang berjualan di sekitar lokasi. Ke depan, pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Ini merupakan tahun kedua kolaborasi kami dengan PLN. Mudah-mudahan dukungan ini bisa terus berlanjut karena manfaatnya sangat baik bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap kawasan mangrove semakin terawat dan bisa menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” tutup Riyan.
Melalui program ekowisata mangrove di Padak Guar, PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama pemerintah desa dan masyarakat berupaya menyelaraskan pelestarian lingkungan dengan pengembangan ekonomi lokal.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.







